Setiap Warga Singapura Wajib Gunakan “TraceTogether” di Semua Tempat

0
aplikasi atau token TraceTogether (straitstimes.com)

Singapura akan mulai memasuki fase ketiga pembukaan kembali, dengan begitu pada akhir Desember 2020, semua orang diwajibkan untuk melakukan check in dengan aplikasi atau token TraceTogether. Check in tersebut akan dilakukan di semua tempat populer seperti restoran, tempat kerja, sekolah hingga pusat perbelanjaan.

Baca juga: Singapura Mulai Buka Akses Wisata, Semua Pelancong Tanpa Kecuali Wajib Gunakan Alat Pelacak

Nantinya check in menggunakan aplikasi atau token TraceTogether akan menggantikan penggunaan kode QR SafeEntry dengan kamera ponsel mereka, atau melalui aplikasi seluler atau kode batang SingPass di NRIC masyarakat. Di mana sebelumnya SafeEntry merupakan sistem check in digital nasional yang diamanatkan di semua tempat itu.

Dilansir dari straitstimes.com (20/10/2020) oleh KabarPenumpang.com, penggunaan TraceTogether secara wajib akan mulai di bioskop yang berada di antara tempat-tempat dengan aktivitas yang melibatkan kelompok orang yang lebih besar. Hal ini diungkapkan oleh gugus tugas multi kementerian yang menangani Covid-19 melalui konferensi virtual pada Selasa (20/10/2020).

Mereka mengatakan, tindakan tersebut bertujuan untuk mendapatkan setidaknya 70 persen dari populasi Singapura pada program TraceTogether yang merupakan sebuah teknologi pelacakan kontak untuk mendeteksi orang-orang yang pernah dekat dengan pasien Covid-19.

Menteri Pendidikan Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas mengatakan, memiliki 70 persen populasi Singapura yang menggunakan TraceTogether adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi agar Singapura memasuki fase ketiga pembukaan dari lockdown.

“Saat kami memiliki tingkat penerimaan TT (TraceTogether) yang lebih tinggi dan penerapan SafeEntry khusus TT yang lebih luas dan transmisi komunitas selama periode ini tetap rendah, maka ada peluang bagus bagi kami untuk memasuki fase tiga pada akhir tahun, “katanya.

Tempat lain dengan check in TraceTogether wajib juga akan mencakup pertunjukan langsung, acara bisnis dan tempat ibadah dengan lebih dari 100 orang, kata Smart Nation and Digital Government Group (SNDGG). Aplikasi TraceTogether menyertakan fungsi untuk memindai kode QR SafeEntry, sementara token menggunakan kode QR dengan fungsi serupa. Wong mencatat bahwa hanya sekitar 2,5 juta orang, atau 45 persen dari populasi, saat ini menggunakan aplikasi atau token TraceTogether.

“Kami ingin itu lebih tinggi, agar TraceTogether efektif,” katanya.

Baca juga: Mulai Fase New Normal, Inilah Beragam Kebijakan dari Otoritas Darat Singapura

Saat ini sudah ada 38 pusat komunitas yang mendistribusikan token. Pada akhir November, token TraceTogether akan tersedia di semua 108 pusat komunitas di seluruh pulau. Aplikasi TraceTogether dan token berfungsi dengan menukar sinyal Bluetooth jarak pendek dengan aplikasi atau token lain di sekitar. Data kedekatan ini dienkripsi dan disimpan selama 25 hari sebelum dihapus secara otomatis. Awal bulan ini, SNDGG mengatakan lebih dari seratus ribu token telah dikumpulkan.

Leave a Reply