Siap Kembalikan Mas Jaya Bus AKAP, Inilah Serba-Serbi Terkait Tol Trans Jawa

Sumber: Tribunnews.com

Dengan rampungnya pembangunan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya beberapa waktu yang lalu, maka warga Indonesia hanya tinggal menunggu waktu kapan Pemerintah meresmikan tol yang memiliki panjang kurang lebih 1.000 km ini. Tidak menutup kemungkinan pula, ketika sudah beroperasi kelak, maka daya saing antar moda – darat yang diwakilkan oleh bus dan kereta api serta udara yang diwakilkan oleh pesawat akan semakin meningkat. Pamor bus diharapkan akan kembali merangkak naik setelah tol Trans Jawa ini dapat dioperasikan oleh publik.

Baca Juga: Yang Sebaiknya Diketahui dari Tol Cipali dan Brexit

Jalan tol yang masuk ke dalam bagian Asian Highway 2 (AH2) yang menghubungkan Denpasar, Bali dengan Khosravi di Iran ini merupakan jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa, mulai dari Pelabuhan Merak, Surabaya, Probolinggo, hingga Banyuwangi, dengan panjang total mencapai 1.290 km.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Tirto.id (3/12/2018), Menteri BUMN Rini Soemarno yang didampingi oleh Dirut PT Waskita Karya Tbk. I Gusti Ngurah Putra dan Dirut PT Jasa Marga Tbk. Desi Arryani telah melakukan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa pada Senin (12/11/2018), dari Surabaya menuju Jakarta.

“Trans Jawa ini sudah dicanangkan sejak lama. Tapi, kami komitmen pada akhir 2018 ini dari Pelabuhan Merak ke Surabaya sudah bisa diresmikan Pak Presiden,” tukas Rini.

Sementara itu dikutip dari laman sumber terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sebanyak empat ruas tol ditargetkan bisa beroperasi sebelum Natal 2018. Adapun empat ruas jalan tol yang dimaksud adalah ruas tol Pemalang – Batang, Batang – Semarang, jalan tol Semarang-Solo ruas tol Salatiga – Solo, dan jalan tol Ngawi- Kertosono-Kediri Seksi Wilangan-Kertosono.

Jika menilik dari segi penggunanya, sudah jelas harkat derajat bus AKAP Jakarta – Surabaya akan kembali mendapatkan pamornya kembali, setelah sempat terperosok di era 2000an, dimana maskapai berlabel Low Cost Carrier (LCC) mulai bermunculan. Saat ini, okupansi penumpang pada hari normal rata-rata di bawah 60 persen. Namun ketika hari libur, okupansi itu bisa naik hingga melampaui 70 persen.

Bukan tidak mungkin jika para penumpang yang koceknya sudah mulai bolong karena mahalnya harga tiket pesawat atau kereta api, dapat menjadikan bus AKAP Jakarta – Surabaya via tol Trans Jawa sebagai moda andalan kembali. Mungkin bagi sebagian orang, waktu tempuh 9 jam dari Jakarta menuju Surabaya via tol Trans Jawa tidaklah menjadi masalah yang berarti.

Baca Juga: Perluas Jangkauan, LRT dan Trans Musi Terapkan Tiket Terusan

Menyoal tarif, inilah rincian bea yang harus dibayar oleh para pengguna tol Trans Jawa:

Tol Jakarta-Cikampek Rp 15.000

Tol Cikampek-Palimanan Rp 102.000

Tol Palimanan-Kanci Rp 12.000

Tol Kanci-Pejagan Rp 29.000

Tol Pejagan-Pemalang Rp 57.500

Tol Pemalang-Batang (Jembatan Sewaka – Gandulan) Rp Rp 5.500

Tol Batang-Semarang (belum diresmikan) Tol Semarang ABC Rp 5.000

Tol Semarang-Solo (Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga) Rp 33.000

Tol Solo-Ngawi Rp 90.000

Tol Ngawi-Kertosono (Ngawi-Wilangan) Rp 48.000

Tol Kertosono-Mojokerto Rp 46.000

Tol Mojokerto-Surabaya (Krian – Mojokerto – Driyorejo – WPR/Warugunung) Rp 29.000

Tol Surabaya-Gempol (Dupak – Waru) 3.500 dan Kejapanan-Gempol Rp 3.000