Skybridge MRT Jakarta dan TransJakarta Beroperasi Pertengahan 2021, Integrasi Tiket dan Tarif dalam Kajian

0
Skybridge CSW

Integrasi antara MRT Jakarta dengan TransJakarta sudah mulai terlihat dan akan teralisasi sepenuhnya sebentar lagi. Ini terlihat dari selesainya skybridge CSW yang terletak di antara Stasiun MRT ASEAN dengan halte TransJakarta koridor 13 dari Ciledug menuju ke Tendean.

Baca juga: Skybridge MRT Jakarta Hubungkan Poins Square dan Halte TransJakarta

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pada 7 Mei 2021 kemarin, skybridge untuk penumpang MRT sudah mulai beroperasi. Di mana skybridge ini memiliki panjang 144 meter dengan lebar 4,5 meter. Sedangkan skybridge yang menghubungkan ke koridor 13 saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Pada skybridge ini juga akan ada fasilitas tambahan selain passenger gate yakni lift dan eskalator, penyediaan bike rack dan ramp sebagai akses penyandang disabilitas. Tak hanya itu MRT Jakarta juga melakukan pengelolaan kebersihan area skybridge dan pedestrian Stasiun ASEAN.

Pihak TransJakarta menyebutkan, ada kemungkinan akan mulai beroperasi pertengahan tahun 2021 untuk yang bagian penumpang koridor 13 tersebut.

William menyebutkan, sebagai salah satu stasiun integrasi, skybridge ini nantinya juga akan ditambah fasilitas ticketing passenger gate. Dalam hal integrasi ini, William mengatakan akan ada integrasi ticketing.

“Saat ini untuk integrasi tiket kita dengan mekanisme JakLingko. Jadi JakLingko ini adalah sebuah proses integrasi tarif dan tiket di mana semua operator bentuk perusahaan patungan. Ini yang sekarang dibantu satu strategi partner menyiapkan integrasi tiket dan tarif,” jelas William saat kunjungan ke proyek Stasiun MRT Monas, Senin (31/5/2021).

William menambahkan fase pertama integrasi dimulai pada 1 Agustus 2021 dan tengah dalam proses penyelesaian saat ini. Meski begitu dia menyebutkan bahwa untuk tarif saat ini belum ditentukan.

Baca juga: PT MRT Jakarta Canangkan Integrasi Ticketing dengan TransJakarta dan PT KCI

William menjelaskan, terkait tarif, konsultan yang ditugaskan sudah mulai bekerja untuk menyiapkan rekomendasinya. Setelah itu akan ditawarkan, dipaparkan ke pemerintah dan mereka yang akan memutuskan untuk tarifnya.