Stasiun Baengmagoji, Saksi Bisu Tingginya Asa Warga Kedua Korea Akan Reunifikasi

0
Stasiun Baengmagoji. Sumber: fickr

Perdamaian yang kini tengah terjalin antara Korea Selatan dan Korea Utara ternyata masih menimbulkan skeptimisme di benak sejumlah golongan. Rentetan pertanyaan pun siap menghiasi berbagai media global, salah satunya adalah tentang jaringan perkeretaapian yang rencananya akan mengular di antara kedua negara tersebut. Sudah barang tentu, warga kedua negara saudara mengharapkan yang terbaik dari upaya reunifikasi ini.

Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara

Adalah Stasiun Baengmagoji yang menjadi saksi bisu dari harapan warga kedua Korea untuk berdamai. Stasiun yang terletak sekitar 100 km sebelah timur laut kota Seoul ini merupakan stasiun buntu – yang semula direncanakan untuk menjadi penghubung antara Seoul di Korea Selatan dan sebuah kota pelabuhan di pantai timur Wonsan di Korea Utara. Namun karena perpecahan yang terjadi antara dua negara ini dan perjanjian de facto pada tahun 1953, akhirnya pembangunan jalur kereta sepanjang 223 km ini pun tidak pernah dilanjutkan.

Sebuah ujung rel di Stasiun Baengmagoji yang dibatasi oleh barikade beton hitam-kuning seolah menjadi tanda bagi warga Korea Selatan untuk tidak pergi lebih jauh lagi ke arah utara – pun dengan warga Korea Utara.

Tak pelak, lokasi ini pun menjadi sasaran warga yang hendak mengutarakan langsung harapan mereka mengenai reunifikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara pasca perjanjian perdamaian yang ditandatangai pada akhir April 2018 kemarin. Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (17/9/2018), beberapa pucuk surat dan puisi nampak menghiasi sejumlah sudut di Stasiun Baengmagoji.

Isinya merupakan harapan yang mereka dambakan dari perjanjian damai tersebut. “Tuhan, kami berdoa untuk reunifikasi Korea Selatan dan Korea Utara … dan menembus barikade ini,” tulis salah seorang warga pada sebuah kertas berbentuk kupu-kupu yang dilekatkan di salah satu sudut Stasiun Baengmagoji.

Serupa tapi tak sama, curahan hati para warga Korea juga ditempelkan di salah satu kotak surat yang berada di peron – namun kali ini berupa sebuah puisi. “Kereta sekali lagi akan teriak untuk kembali ke lintasannya. Namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain meratapi kesedihan ini di ujung rel sembari menatap burung-burung yang bebas beterbangan di atas sana,” tulis seorang penyair bernama Oh Geun-seong.

Baca Juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Eksistensi curahan hati warga Korea ini dengan cepat tersebar luas pasca diunggah ke dunia maya. Kendati di satu sisi ini merupakan salah satu bentuk desakan warga kepada otoritas terkait agar terus menjalin kerja sama di berbagai sektor dan mempererat tali silaturahmi yang sempat terputus puluhan tahun lamanya, namun di sisi lain juga menyiratkan tingginya asa warga Korea untuk bisa menikmati jalur kereta antara dua negara.

Leave a Reply