Stasiun Kalasan Riwayatmu Kini

Stasiun Kalasan saat ini (Informasi Situs Budaya Indonesia)

Menelisik hiruk pikuk perkeretaapian di kota Gudeg ternyata ada satu stasiun bernama Kalasan. Stasiun ini terletak di Jalan Raya Yogya-Solo di Km 13 Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lantas apa yang khas dari Stasiun Kalasan?

Baca juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh!

Stasiun ini dulunya aktif dan sebagai pemberhentian kereta Prambanan Ekspres atau Prameks tujuan Kutoarjo-Solo. Sayangnya pada 2007 lalu, stasiun ini dinonaktifkan karena kurang efisien serta posisinya yang berdekatan dengan Stasiun Maguwo dan Brambanan.

Penonaktifan Stasiun Kalasan juga dikarenakan aktifnya jalur ganda Kutoarjo-Solo. Awal penonaktifannya, stasiun ini masih bersih dan rapi, bahkan terlihat seperti stasiun yang masih aktif beroperasi.

Namun tahun 2016 stasiun ini mulai tak terawat, apalagi setelah tidak adanya petugas maupun warga yang menjaganya. Meski masih berdiri hingga kini, Stasiun Kalasan terlihat memprihatikan dan terkesan kumuh.

Bagian Stasiun Kalasan, Yogyakarta (Wikipedia)

Meski begitu stasiun yang berada di Timur Yogyakarta ini masih sering dikunjungi warga hanya untuk berfoto atau untuk menikmati pemandangan kereta yang melintas di sore hari. Dulunya stasiun buatan Belanda ini memiliki enam jalur dengan formasi dua jalur lurus, tiga jalur berhenti dan satu jalur gudang dengan tanda spoor badug tepat disebelah PPKA.

Stasiun ini pun pernah terbakar tahun 2008, yang terjadi karena ketidaksengajaaan penjaga stasiun yang bernama Mbah Bejo (Alm). Kebakaran tersebut membuat dokumen zaman PJKA dan dokumen lain serta Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) yang terpasang di dalam ruangan hangus.

Dari kebakaran ini, Anda masih bisa menemukan satu seragam komplit di ruang kepala stasiun utuh dengan topi. Sayang pintu ruang kepala stasiun, loket dan gudang terkunci semenjak Mbah Bejo meninggal.

Baca juga: Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

Stasiun Kalasan berada di ketinggian +126 meter diatas permukaan laut yang merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Bangunan stasiun sendiri diperkirakan bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Solobalapan-Yogyakarta yang dikerjakan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscahppij (NIS) pada tahun 1872 sebagai lanjutan dari proyek jalur Semarang-Vorstenlanden.

Awalnya stasiun ini cukup sederhana dan setelah diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS), Stasiun Kalasan direnovasi dan bentuk bangunannya masih bertahan hingga kini. Sebelum non aktif, stasiun ini pernah beberapa kali mengalami renovasi dimana terlihat lantai yang sudah menggunakan keramik putih.