Sukses di C Series, Bombardier Hadirkan Fitur Connected Cabin di Armada Berikutnya

Bombardier C Series di Quebec. Sumber: apex.aero

Dalam pagelaran Aero Perspective yang diadakan di Mirabel, Quebec, Kanada pada 12 September 2017 kemarin, perusahaan kedirgantaraan dan transportasi multinasional asal Kanada, Bombardier Inc. memperkenalkan interior kabin Atmosphère Bombardier yang akan dipasangkan pada seri CRJ. Rencananya, seri CRJ ini sendiri akan dirilis pada paruh kedua tahun 2018 mendatang.

Baca Juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series

Tidak hanya itu, Bombardier juga mengumumkan konfigurasi 82 kursi baru untuk armada Turboprop Q400-nya dan beberapa pemberitaan terbaru terkait pengoperasian Seri C. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman apex.aero (12/9/2017), Bombardier menyadari konektivitas merupakan salah satu kebutuhan utama para penumpang, maka dari itu, Seri CRJ Atmosphère akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menampilkan fitur connected cabin.

Desain yang mengutamakan kenyamanan penumpang yang ditonjolkan oleh Bombardier akan meliputi sentuhan akhir yang inovatif, pencahayaan yang meningkatkan kenyamanan penumpang, toilet yang ramah untuk penyandang disabilitas, hingga ruang penyimpanan barang yang lebih lega. Turboprop Q400 akan beralih menggunakan konfigurasi 82 kursi. Perubahan yang terjadi di pintu masuk pesawat akan memberikan tampilan baru. Selain itu, perubahan ini juga dipercaya dapat mengurangi bobot pesawat dan memangkas biaya perawatan. Penambahan tiga jendela di bagian kabin juga akan membuat pesawat menjadi lebih terang.

Program Manager dari Bombardier C Series, Istifan Ghanem mengatakan pengembangan produk dari seri C betul-betul dikerjakan secara matang, sehingga diharapkan pesawat ini bisa diandalkan oleh banyak maskapai. “Pada pengoperasiannya bersama SWISS, Seri C mendapat utilisasi yang jauh lebih tinggi dibanding pesawat baru lainnya. Bahkan, Seri C bisa terbang mulus seperti Boeing 777 yang dioperasikan oleh SWISS. Seri ini benar-benar sudah matang,” tutur Istifan.

Lebih lanjut, Istifan membeberkan statistik tentang pengoperasian armada Bombardier C Series ini. “Kami mendapatkan jatah penerbangan rata-rata 17 jam dalam sehari dengan waktu penerbangan maksimal 74 menit. 10 kali perjalanan pulang pergi dengan durasi masing-masing penerbangan 35 menit,” terangnya.

Baca Juga: Rilis Model Anyar, Boom Technology Kebanjiran Pesanan

Bombardier CS100, pesawat single-aisle dengan 125 kursi tersebut dipinang SWISS International Air Lines pada Juli 2016, dan hingga kini diketahui memiliki 11 buah pesawat C Series, dimana 19 lainnya masih berada di hanggar Bombardier untuk dirakit. “Pesawat C Series lainnya akan digunakan untuk menggantikan peran pesawat lain. Rencananya kami akan menggunakan C Series di keseluruhan layanan kami pada akhir 2018 mendatang,” ungkap Sven Thaler, kapten, direktur, serta wakil kepala armada Bombardier C Series untuk maskapai SWISS.

Berbeda dengan AirBaltic yang menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan Bombardier CS300, terhitung sejak Desember 2016 silam. Hingga saat ini, maskapai yang berbasis di Riga tersebut baru menerima tujuh dari total 20 armada yang mereka pesan ke Bombardier. “Pesawat CS300 yang baru, dengan 145 kursi, menawarkan pengalaman terbang yang sangat baik dengan keuntungan bagi para penumpangnya, seperti kursi yang lebih lebar, jendela yang lebih besar, ruang bagasi lebih lega di kabin, toilet yang lebih baik,” kata Pauls Calitis, SVP Flight Operations di AirBaltic.