Monday, May 25, 2026
HomeHot NewsSumatra Punya Gerbong Terpanjang, Jawa Miliki Kereta Terpanjang: Apa Bedanya?

Sumatra Punya Gerbong Terpanjang, Jawa Miliki Kereta Terpanjang: Apa Bedanya?

Kereta api di Indonesia rata-rata memiliki panjang rangkaian hingga 10 kereta, itu pun sudah termasuk kereta makan dan juga pembangkit. Terkadang rangkaian tersebut ditambah dengan angkutan parcel/cargo (bagasi). Nah, diketahui bahwa kereta api dengan rangkaian terpanjang dan membuat rekor berada di jalur Pulau Sumatra, dimulai dari Lampung hingga Palembang.

Rangkaian ini merupakan angkutan batu bara. Sejumlah gerbong yang di bawa saja bisa mencapai 60 sampai 70 gerbong tiap rangkaiannya. Tak heran, lokomotif penarik membawa gerbong batu bara ini bisa mencapai 2 hingga 3 unit. Gerbong batu bara atau biasa dijuluki ‘babaranjang’ (batu bara rangkaian panjang) ini berjalan setiap hari menghiasi jalur di sepanjang Sumatra Selatan.

Memiliki gerbong rangkaian panjang yang dimiliki angkutan batu bara di Pulau Sumatra, ternyata di Pulau Jawa pun seperti tak mau kalah. Ya, di jalur Pulau Jawa ada kereta api juga memiliki rangkaian panjang. Selain angkutan barang (kontainer) yang mencapai 30 gerbong tiap rangkaiannya, ada pula kereta api angkutan penumpang yang memiliki rangkaian panjang. Kereta api ini adalah Kertajaya dan Jayakarta.

Memang kedua rangkaian tersebut memiliki keberangkatan dan kedatangan di kota yang sama, yaitu Jakarta (Stasiun Pasar Senen) dan Surabaya. Namun kedua rangkaian ini melewati jalur yang berbeda. Untuk Kereta Api Kertajaya melewati jalur utara, yaitu Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Bojonegoro, Lamongan, dan Surabaya. Sedangkan untuk Kereta Jayakarta melewati jalur selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya.

Msngapa kedua kereta ini terpilih sebagai kereta penumpang terpanjang? Ya, sesuai dengan kenyataan bahwa rangkaian Kereta Api Kertajaya terdiri dari 13 kereta dan Kereta Api Jayakarta terdiri dari 15 kereta. Tak hanya memiliki rangkaian panjang, bahkan kondektur yang bertugas pada kedua kereta tersebut masing-masing ada 2 orang. Ini dikarenakan supaya pada saat kereta api segera berangkat, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) bisa melihat kondektur membunyikan peluit Semboyan 41 ke arah masinis.

Kereta Api Kertajaya dan Jayakarta merupakan layanan kelas ekonomi premium yang cukup nyaman bagi para penumpang yang merasakannya. Diketahui nama Kertajaya diambil dari nama raja terakhir Kerajaan Kadiri (Kediri), yaitu Sri Maharaja Kertajaya (atau dikenal sebagai Dhandhang Gendhis), yang memerintah sekitar tahun 1194–1222 M.

Sedangkan Jayakarta diambil dari nama lama Provinsi DKI Jakarta, yang berasal dari kata bahasa Sanskerta: Jaya (kemenangan/kejayaan) dan Karta (dicapai/makmur), sehingga berarti “kota kemenangan dan kemakmuran”. Nama ini merujuk pada kemenangan pasukan Fatahillah dari Demak/Cirebon saat merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527, menggantikannya menjadi Jayakarta.

Kini kedua kereta tersebut masih aktif melayani penumpang baik dari Jakarta maupun dari Surabaya. Harga kedua tiket kereta api tersebut dimulai dari Rp190.000 – Rp390.000. Tak hanya itu, bagian interior terutama kursi penumpang merupakan model individual seat yang dipisahkan dengan arm rest. Penumpang yang menggunakan juga terasa lebih nyaman diduduki dalam perjalanan jauh karena memiliki reclining seat atau pengatur sandaran duduk. Kondisi ini berbeda dengan kursi ekonomi pada umumnya yang memiliki sandaran tegak.

KA Kertajaya, Ternyata Kereta Terpanjang dengan 16 Rangkaian Gerbong

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru