Tahan Gempa, Ini Kereta Berkecepatan Tinggi yang Baru di Jepang

0
(popularmechanics.com)

Olimpiade Jepang 2020 harus tertunda karena pandemi Covid-19, meski begitu, Negeri Sakura ini tetap memperkenalkan kereta berkecepatan tinggi baru yang tadinya akan diluncurkan untuk pertandingan di Tokyo tersebut. Kereta terbaru ini bisa mencapai kecepatan 224 mil per jam atau 360 km per jam dan nantinya pada saat beroperasi hanya 177 mil per jam atau 284 km per jam.

Baca juga: Shinkansen N700S Mulai Melayani Penumpang dengan Fitur Terbaru

KabarPenumpang.com melansir laman popularmechanics.com (22/7/2020), pembuat kereta ini mengatakan, selain bisa melaju dikecepatan yang tinggi, kereta tersebut tahan gempa karena sumber daya dan modenya berbeda untuk menangani lintasan berbahaya. Kereta berkecepatan tinggi baru ini dilengkapi dengan rem yang lebih baik dan kontrol yang berjalan sehingga dapat melambat dan berhenti lebih cepat ketika dalam keadaan darurat.

Kereta seri N700S (Supreme) ini akan dioperasikan oleh Central Japan Railways yang akan melaju dengan panjang jalur 250 mil atau 402 km antara Tokyo dan Osaka. Meski kecepatan dan keamanannya menjadi hal yang besar, N700S ini dilengkapi dengan pembaruan untuk kenyamanan penumpangnya, kapasitas penyimpanan dan suspensi baru.

Ini yang kemudian membuat kereta lebih hemat bahan bakar dan lebih mudah berhenti dengan jumlah penumpang sama seperti di dalam pesawat. Pembuat kereta mengaku senang dengan sistem propulsi otonom pada kereta ini.

“Ini juga dilengkapi dengan sistem propulsi mandiri baterai lithium-ion yang pertama dari jenisnya di dunia. Sistem ini memungkinkan kereta berjalan dengan jarak pendek sendiri selama pemadaman listrik dan akan memungkinkannya untuk pindah ke lokasi yang lebih aman dengan kecepatan rendah jika terdampar di daerah berisiko tinggi di jembatan atau di terowongan , misalnya saat gempa bumi,” kata mereka.

Dalam kendaraan seperti ini, membuat sistem daya cadangan baterai adalah kombinasi elegan dari teknologi pembakaran tradisional, di mana alternator mengisi ulang baterai selama operasi dan jenis penyimpanan energi yang didorong di seluruh dunia oleh Elon Musk serta raksasa energi lainnya. Sistem propulsi ini juga digunakan karena kereta listrik rentan terhadap gempa bumi karena pembangkit listrik atau apa pun di sepanjang saluran transmisi akan rusak.

Jepang mengatakan, saat ini belum ada cedera penumpang pada sistem rel berkecepatan tinggi dalam sejak operasi setengah abad. Saat ini bahkan kereta yang sebelumnya dihentikan karena pemadaman listrik dapat terus bergerak keluar dari jalan yang berbahaya.

Baca juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang

Untuk diketahui, aktivitas seismik tingkat tinggi Jepang telah menyebabkan minat dalam penelitian gempa bumi yang dimulai sejak abad kesembilan. Para peneliti mengatakan, sepuluh persen dari gempa bumi dunia terjadi di Jepang. Ini karena posisi dan asal cerita rantai pulau yang membentuk Jepang dan merupakan bagian dari Cincin Api yang memiliki aktivitas vulkanik dan seismik intensif di sekitar Samudra Pasifik.

Leave a Reply