Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

0
Tampak Depan Bandara Internasional Kertajati (PT BIJB)

Provinsi Jawa Barat tahun depan rencananya bakal memiliki satu lagi bandara internasional, setelah saat ini ada Bandara Husein Sastranegara yang berada di Kota Bandung. Bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Kertajadi di Kota Majalengka, yang pengoperasiannya telah dipatok pada tahun 2018.

Selain digadang meningkatkan kapasitas arus wisatawan dan bisnis ke wilayah Jawa Barat, bandara yang disebut Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Internasional Kertajati, dicanangkan untuk melayani rute penerbangan Haji. Selama ini calon Haji asal Jawa Barat yang ingin terbang ke Tanah Suci harus melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dirangkum dari berbagai sumber oleh KabarPenumpang.com, BIJB ini akan dibangun dengan panjang landasan pacu (runway) tunggal dengan panjang 3.500 meter, itu untuk tahap pertama, kedepannya bila telah selesai tuntas, BIJB akan memiliki dua landasan pacu.

Baca juga: 28 Agustus 2017, Jadwal Ground Breaking Bandara Internasional Bali Utara

Pada tahap pertama nantinya bandara ini mampu menampung 5 juta penumpang per tahun dan bisa menampung hingga 18 juta penumpang per tahun di tahun berikutnya. Dari konsepnya, BIJB dibangun untuk membantu arus penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara. Selain untuk kepentingan penerbangan komersial, selama ini Bandara Husein Sastranegara digunakan bersama untuk aktivitas PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU. Jarak antara Bandung menuju Majalengka sendiri sekitar 68 km, atau jika ditempuh lewat jalur Purwakarta berjarak 98,4 km. Karena dibangun di lokasi strategis, aksesbilitas BIJB terjamin karena adanya jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan Bandung, Kertajati dan Cirebon.

Sketsa Terminal Utama Bandara Internasional Kertajati (PT BIJB)

Nantinya jalur kereta bandara BIJB akan membentang sejauh 15 km dari Kertajati sampai ke stasiun Jatibarang, Indramayu dan dibangun oleh anak usaha PT KAI yakni PT Railink. Pembangunan kereta bandara hingga stasiun Jatibarang, dikarenakan penumpang dari Jakarta yang berangkat dari stasiun Gambir bisa menuju BIJB melalui stasiun Jatibarang.

Baca juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia

Bandara yang akan selesai pembangunannya tahun 2018 mendatang ini, dibangun diatas lahan seluas 1.800 hektar dan akan dibagi tiga tahap pembangunan. Proyek pembangunan BIJB sendiri diperkirakan menghabiskan biaya Rp25,4 triliun. Selain itu bandara ini akan mengoperasikan 14 rute penerbangan yakni sepuluh penerbangan domestik dan empat penerbangan internasional termasuk pengangkutan jemaah haji.

Yang unik, nantinya BIJB akan memiliki menara ATC (Air Traffic Control) berbentuk Kujang yang merupakan senjata tradisional asal Jawa Barat. Bandara Internasional Kertajati, akan dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero) yang juga mengelola Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Tampak Luas Bandara Internasional Kertajati (bandarakertajati.com)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar atas kepercayaan yang diberikan sehingga dalam waktu dekat AP II dan PT BIJB akan membahas lebih detail terkait pengoperasian BIJB serta akan melakukan penandatanganan MoU terkait hal ini. Kami optimistis akan dapat membawa BIJB menjadi bandara yang secara maksimal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Jawa Barat. Saat bertemu dengan Gubernur Jabar, kami juga menyampaikan minat untuk terlibat dalam pengembangan Aerocity di kawasan bandara tersebut. Tidak menutup kemungkinan bahwa AP II dan PT BIJB juga akan membentuk joint venture company yang fokus pada pengembangan usaha di BIJB,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (24/7/2017).

Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass

AP II juga berkomitmen penuh dalam mendukung PT BIJB sehingga target pengoperasian BIJB dapat memenuhi target yang ditetapkan yakni pada Semester I/2018. Seperti diketahui, AP II saat ini juga mengelola Bandara Internasional Husein Sastranegara yang terletak di Bandung. Bandara tersebut kini menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri pariwisata di kawasan Jawa Barat khususnya Bandung.

Leave a Reply