Tak Benar Akan Dioperasikan PT LRT Jakarta, Skytrain Bandara Soetta Stop Beroperasi Karena Alasan Penghematan Biaya

0
Uji Coba Skytrain di Terminal 3 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta (detik.com)

Kabar burung tersiar dari akun Twitter @indoflyer yang mengatakan, PT LRT Jakarta akan mengoperasikan kereta layang atau Skytrain di Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Di mana isi cuitan tersebut mengatakan bahwa Skytrain di Bandara Soetta tidak diperasikan oleh PT Angkasa Pura II atau AP II.

Baca juga: Layani Akses Terminal 2 dan 3, Skytrain di Soetta Resmi Diuji Coba

Cuitan itu mengatakan, bila AP II tidak memiliki izin mengoperasikan kereta tersebut dan Skytrain dioperasikan oleh PT LEN Railways System yang merupakan anak dari perusahaan LEN Industri. “Kabar terakhir [Kalayang] akan dialihkan ke PT LRT Jakarta,” bunyi cuitan akun @indoflyer tersebut.

Menanggapi hal ini, Corporate Communication LRT Jakarta Ati Kurniati menjelaskan terkait dengan operasi Skytrain Kalayang menjadi wewenang dari operator Bandara Soetta yakni AP II. Dia menegaskan sampai saat ini belum ada wacana jika LRT Jakarta akan mengoperasikan Kalayang tersebut.

“Sehubungan dengan operasional Kalayang Angkasa Pura II adalah sebagai pihak yang lebih berkompeten. Namun pada prinsipnya LRT Jakarta siap memberikan dukungan dan bantuan kepada semua operator transportasi termasuk AP II,” ujarnya.

PT Angkasa Pura II (persero) mengkonfirmasi tak beroperasinya kereta Kalayang di Bandara Soetta semata karena alasan cost leadership atau penghematan biaya. Yado mengatakan, saat ini untuk melayani perpindahan penumpang antara Terminal 2 ke Terminal 3, perseroan mengoptimalkan penggunaan shuttle bus.

Bahkan Yado membantah kabar burung yang beredar Skytrain tak beroperasi karena AP II tidak memiliki izin. Ini juga termasuk dengan adanya kabar kereta yang dioperasikan oleh PT LRT Jakarta.

Baca juga: Angkasa Pura II: Skytrain Akan Jadi Hadiah di HUT RI Ke-72

“Untuk ini memang Kalayang tidak dioperasikan sebagai salah satu kebijakan costleadership operasi. Bukan karena yang disampaikan di posting twitter @indoflyer itu kabar tidak benar. Saat ini pun masih dengan LEN,” ungkap Yado.