Tak Dapat Kursi Tidur, Penumpang ini Justru Beli Enam Tiket untuk Tiga Orang

0
(China Daily)

Enam tiket kereta dibeli seorang penumpang wanita karena dia dan anak-anaknya tidak mendapat tiket kursi tidur. Tiket-tiket tersebut ditunjukkannya kepada petugas saat dirinya dikritik penumpang lain karena dianggap memonopoli kursi kereta hijau di Harbin ibukota provinsi Heilongjiang di Cina Timur Laut.

Baca juga: Abaikan Aturan, Wartawan AsaI Inggris Biarkan Anjing Piaraannya Tidur di Kursi Kereta

Permasalahan tiket tersebut terekam sebuah kamera video yang kemudian tersebar dan menjadi perbincangan serta perdebatan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (29/7/2019), dalam video itu, wanita tersebut mengatakan gagal membeli tiket tidur sehingga harus membeli tiket untuk enam kursi yang berdekatan.

Dia mengaku beli enam kursi agar anak-anaknya bisa tidur dengan nyaman meski bukan di kursi tidur. Namun masalah timbul ketika penumpang yang tidak memiliki kursi meminta dia untuk menyerahkan kursi kosong tersebut. Karena masalah kursi itu, mengakibatkan perselisihan dan wanita tersebut bersikeras dia tidak melakukan kesalahan.

“Penumpang telah membayar semua tiket dan menggunakan kursi untuk anak-anaknya. Adalah hak dan kepentingannya yang sah yang tidak perlu ditanyakan,” ujar seorang warganet yang mendukung penumpang wanita itu.

Namun ternyata ada juga yang tidak sepaham dan mengatakan hal tersebut adalah pemborosan sumber daya publik. Sebab dikatakatan warganet bahwa tiket ekstra yang dibeli penumpang wanita itu bisa diberikan kepada penumpang lain yang benar-benar membutuhkan.

“Tidak peduli berapa banyak kartu identitas yang telah digunakan untuk membeli tiket, penumpang yang membawa tiket dapat mengambil semua kursi meskipun pemilik tiket tidak bepergian bersama,” kata seorang petugas dari China Railway Group.

Dia mengatakan, ketika seorang penumpang membeli tiket kereta api, dia telah menandatangani kontrak yang relevan dengan grup. Ini berlaku selama tidak ada pengembalian atau penggantian tiket yang dilakukan oleh penumpang.

“Dia memiliki hak untuk memberi wewenang kepada penumpang lain untuk menggunakan kursi tersebut,” ujar petugas tersebut.

“Perilaku penumpang tidak dapat didefinisikan sebagai memonopoli kursi,” kata Yuan Zheng, seorang pengacara dari Firma Hukum Qinzhou.

Baca juga: Mendengkur Keras Selama di Kereta, Pria India Ini Dilarang Tidur Oleh Penumpang Lainnya

Dia menambahkan, sesuai dengan persyaratan tiket nama asli, otoritas kereta api dapat menolak untuk memberikan layanan kepada mereka yang tidak cocok dengan informasi pada tiket mereka.

Nah, apakah Anda pernah melakukan seperti wanita ini dengan membeli tiket lebih dari satu kursi berjejer untuk selonjoran?

Leave a Reply