Tak Menyerah Akibat Pandemi, Kapal Pesiar di Singapura Tawarkan “Sailing to Nowhere”

0
Kapten kapal World Dream (nytimes.com)

Setelah maskapai penerbangan menawarkan layanan “flight to nowhere,” lantas bagaimana dengan jasa kapal pesiar di masa pandemi? Nyatanya saat ini pun masih banyak kapal pesiar yang belum kembali berlayar di lautan. Bahkan beberapa diantaranya yang beroperasi tidak memiliki tujuan untuk berlabuh. Seperti kapal pesiar Singapura yang tidak diizinkan berlabuh kemanapun untuk membantu penyebaran lebih luas Covid-19.

Baca juga: Singapura Jadi Negara Pertama Tawarkan Kapal Pesiar Berlayar Tanpa Tujuan

Genting Cruise Lines, operator World Dream mengaku telah menerima enam ribu pesanan dalam lima hari. Pesanan ini untuk Royal Caribbean yang bersiap berlayar di Singapura pada Desember ini. Angka tersebut dikatakan Genting Cruise Lines, enam kali lebih tinggi dari biasanya yang didapat perusahaan pada bulan Oktober.

Penumpang menikmati malam di atas kapal pesiar World Dream (nytimes.com)

KabarPenumpang.com merangkum nytimes.com (3/12/2020), World Dream menawarkan hampir semua yang dilakukannya sebelum virus Corona menyerang, termasuk zip line, dua kolam renang, kasino, 11 restoran dan kafe dan berbagai pertunjukan. Hanya ruang karaoke yang ditutup, sesuai pedoman Pemerintah Singapura.

Singapura mewajibkan penumpang melakukan tes Covid-19 sebelum naik. Alih-alih Hong Kong, Okinawa, atau tujuan cerah lainnya, kapal tidak akan berlabuh di mana pun selain Singapura. Selain itu, kapasitas telah dipangkas menjadi dua, hingga batas 1.700 tamu.

Mengikuti pedoman Singapura, perusahaan pelayaran meningkatkan filter udaranya dan menerapkan jarak sosial. Mereka meminta penumpang untuk membawa perangkat pelacakan kontak, yang terhubung ke sistem pemantauan Singapura. Mereka melakukan latihan tentang apa yang harus dilakukan jika penumpang menunjukkan gejala seperti tes, pelacakan kontak, isolasi orang yang terinfeksi, beri tahu penumpang untuk kembali ke kabin mereka dan berlayar pulang.

“Royal Caribbean berencana untuk membeli asuransi Covid-19 untuk setiap penumpang yang akan menanggung biaya hingga $19 ribu jika tamunya terinfeksi,” kata Angie Stephen, direktur pelaksana jalur Asia-Pasifik.

Michael Goh, kepala penjualan internasional Genting Cruise Lines mengatakan, langkah-langkah tersebut mendorong biaya sekitar 40 persen lebih tinggi. Dia menambahkan, meski begitu mereka menjadikan kapal pesiar “salah satu liburan teraman saat ini. Sedangkan untuk restoran dan penyajian makanan, para tamu berdiri di atas stiker dengan jarak tiga kaki, membuat antrean panjang di area prasmanan.

Baca juga: Wisata “Kapal Hantu,” Lepas Pantai Christchurch di Inggris Jadi Kuburan Kapal Pesiar

Meski begitu, para penumpang tampaknya bersyukur atas kesempatan pergi ke tempat lain untuk pertama kalinya sejak wabah, meski “ke tempat lain” adalah kapal pesiar yang berlayar di tengah air.

 

 

 

Leave a Reply