Tak Seperti Garuda Indonesia, Japan Airlines Mulai Realisasikan Drone Kargo di Perkotaan

0
M2 Urban drone Matternet mampu mengangkut muatan kargo sebesar 2kg dengan jangkauan 20km. Foto: Matternet

Tak seperti maskapai nasional Garuda Indonesia, Japan Airlines tidak setengah-setengah memulai bisnis drone kargo. Setelah setahun suntuk mengembangkan teknologi, mengirim barang ke sejumlah wilayah tak berpenghuni, tak lama lagi, maskapai nasional Jepang itu akan memulai uji coba pengiriman kargo menggunakan drone di kawasan perkotaan; termasuk Tokyo.

Baca juga: Ganti Direktur dan Komisaris, Bagaimana Nasib Drone Kargo Garuda Indonesia?

Maskapai yang masuk dalam daftar 10 maskapai terbaik 2020 versi majalah wisata Travel+ Leasure ini mula-mula akan memfokuskan pengiriman barang menggunakan drone terbatas untuk sektor kesehatan. Bersama Matternet, perusahaan pertama di dunia yang diberi izin untuk drone perkotaan, saat ini Japan Airlines tengah mempelajari rantai pasokan obat-obatan dan kebutuhan medis antara rumah sakit dengan supplier.

Dalam sebuah pernyataan, Tomohiro Nishihata, Managing Executive Officer of Innovation Japan Airlines, mengatakan, “Japan Airlines sangat ingin menjelajahi masa depan bisnis logistik udaranya dengan penerapan pengiriman barang menggunakan drone (drone kargo).”

“Kami bertujuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan perawatan kesehatan dan menyelesaikan masalah logistik melalui kemitraan kami dengan Matternet,” tambahnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Japan Airlines melihat, perkotaan di Jepang, utamanya Tokyo, yang menjadi salah satu kota metropolitan terpadat di dunia berpotensi untuk membuat ekosistem sempurna pengiriman barang menggunakan drone. Namun, perusahaan mengakui, tantangan untuk menjadikan itu aman lebih mudah diucapkan dari pada dilakukan.

Akan tetapi, dorongan kuat terhadap perubahan kondisi industri penerbangan global, khususnya penerbangan penumpang yang tengah terpuruk akibat pandemi virus Corona, semakin membulatkan tekad maskapai untuk tetap mengembangkan binsis drone kargo; sambil terus fokus pada inti bisnis perusahaan.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, hampir seluruh maskapai mengais rejeki dari pengiriman kargo, bukan penerbangan penumpang.

“Japan Airlines bertujuan untuk mengembangkan jenis layanan baru di industri transportasi udara, memanfaatkan teknologi UAV baru,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pertama di Dunia, Taksi Udara EHang 216 Mulai Layani Kargo Udara

Di antara drone canggih Matternet, M2 Urban Drone dipilih untuk jadi andalan dalam proyek bersama Japan Airlines tersebut. Drone ini diketahui dapat mengangkut muatan hingga 2kg dengan jarak hingga 20km.

Pada pelaksanaannya, platform Matternet bertugas menerima permintaan pelanggan, membuat rute, memantau, memerintahkan, dan mengontrol penerbangan drone kargo. Selain itu, Matternet juga menyiapkan titik pengiriman dan penerimaan otomatis, semacam loker atau meeting poin paket drone, di mana calon pengguna dapat dengan cepat dan mudah memuat serta menerima kiriman barang dari drone kargo. Adapun Japan Airlines lebih ke arah menggaet pelanggan.

Leave a Reply