Tarif Cuma Rp5 Ribu, Railink Optimis Okupansi KA Bandara Naik 20 Persen

0
Plt. Direktur Utama PT Railink Anggoro Tri Wibowo. Foto: Alpin Hadriyansah/KabarPenumpang.com

Plt. Direktur Utama PT Railink Anggoro Tri Wibowo mengaku optimis okupansi KAI Bandara Soekarno-Hatta naik hingga 20 persen dengan layanan baru KAI Bandara Premium. Layanan ini dinilai menjadi solusi atas kebutuhan penumpang jasa angkutan kereta api.

Baca juga: Bye-bye Mahal, Mulai 1 April Tarif KA Bandara Soekarno-Hatta Cuma Rp5 Ribu!

“Kami optimis okupansi akan meningkat sampai 20 persen, baik secara bulanan maupun tahunan,” ujarnya saat menghadiri peluncuran layanan baru KAI Bandara Premium, di Stasiun BNI City, Jakarta, Kamis, (1/4).

Menurutnya, tiket murah ini, dimana tarif hanya sebesar Rp5 ribu untuk harga termurah sedangkan tarif termahal sebesar Rp30 ribu -terpaut 100 persen lebih dari tarif KAI Bandara Eksekutif- bukan hanya akan dinikmati oleh penumpang pesawat saja, melainkan penumpang KAI Commuter yang ingin menikmati layanan lebih.

Hal itu memang bukan isapan jempol belaka. Pantauan KabarPenumpang.com saat menumpangi KAI Bandara Premium dari Stasiun BNI City-Bandara (PP), banyak pengguna yang mengaku bukan penumpang atau calon penumpang pesawat. Tapi, mereka sengaja menumpangi KAI Bandara Premium untuk alasan kenyamanan dan keamanan.

Kerumunan dan tampa jaga jarak terjadi di dalam rangkaian KAI Commuter. Meskipun himbauan sudah sering dilakukan, namun, penumpang tak punya pilihan lain karena kondisi seperti ini tak terhindarkan saat jam-jam sibuk. Foto: Alpin Hardiyansah/KabarPenumpang.com

“Sengaja naik kereta ini dari Batu Cepet ke Sudirman. Karena kan kalau di KAI Commuter penuh ya, terus desak-desakan juga, ga aman kan, apalagi lagi Corona begini. Jadi, gapapalah bayar lebih tapi nyaman aman. Worth it laah,” jelas salah satu penumpang KAI Bandara Premium, Nadia.

Selain itu, pengguna KAI Bandara Premium lainnya yang juga calon penumpang pesawat mengaku baru pertama kali naik KA Bandara atau sejak layanan baru ini diberlakukan. Sejalan dengan penumpang lainnya, ia mengaku memilih KA Bandara Premium karena tarifnya murah. Selain itu, dibanding moda transportasi lain, KA Bandara Soekarno-Hatta, dalam hal ini KAI Bandara Premium, dinilai jauh lebih cepat, nyaman, dan aman.

“Kalau naik bus kan, satu waktunya ga pasti, kadang suka macet. Uda gitu, penumpangnya ga terkontrol gitu kan, pokoknya ga nyaman deh. Naik kendaraan pribadi ataupun taksi juga bukan solusi,” kata penumpang asal Lenteng Agung yang namanya tak ingin disebutkan ini.

Saat ini, layanan baru KAI Bandara Premium memang masih uji coba dan akan berlangsung selama sebulan ke depan. Kendati demikian, Anggoro berjanji akan mencari cara agar layanan ini terus ada sekalipun selama masa uji coba responnya kurang begitu positif.

Perlu diketahui, tarif termurah KAI Bandara Premium Rp5 ribu, relasi terjauh untuk keberangkatan dari Manggara dan BNI City hanya sampai Stasiun Batu Ceper. Sedangkan untuk keberangkatan dari Staisun Batu Ceper, relasi terjauhnya hanya sampai Stasiun Duri. Bila ingin melanjutkan ke bandara, penumpang bandara ataupun commuters yang ingin menjajal layanan ini harus merogoh kocek Rp25 ribu untuk relasi Bandara-Batu Ceper.

Baca juga: Membentang 22 Km, Jokowi Hari Ini Resmikan KA Bandara Internasional Minangkabau

Adapun tarif termahal layanan baru KAI Bandara Premium yaitu sebesar Rp30 ribu dengan relasi Bandara-Duri, Bandara-BNI City, Bandara-Manggarai, berbanding Rp40 ribu dari layanan eksekutif yang tarifnya seharga Rp70 ribu.

Jadwal keberangkatan layanan baru KAI Bandara Premium tersedia sebanyak 10 keberangkatan setiap hari, dimana jadwal keberangkata dari Stasiun KA Bandara Manggarai pukul 06.07 WIB, 08.37 WIB, 11.07 WIB, 13.37 WIB dan 16.07 WIB sedangkan keberangkatan dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta pukul 07.19 WIB, 09.49 WIB, 12.19 WIB, 14.49 WIB dan 17.19 WIB.