Teknologi Terbaru NASA Sanggup Kurangi Emisi Karbon-Menghemat Bahan Bakar Pesawat

0
Teknologi ATD2 NASA terbukti sukses menghemat bahan bakar pesawat dan mengurangi emisi karbon dalam uji coba di dua bandara empat tahun belakangan. Foto: NASA

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sudah empat tahun belakangan ini menguji coba teknologi terbarunya, ATD2.

Baca juga: Pesawat Airbus Sumbang 600 Juta Ton Emisi CO2, Boeing Hanya 158 Juta Ton Emisi CO2

Bersama Adminstrasi Penerbangan Federal AS (FAA), National Air Traffic Controllers Association (NATCA), dan dua maskapai AS, American Airlines dan Southwest Airlines, teknologi yang diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida sekaligus menghemat bahan bakar ini diuji coba di Bandara Internasional Charlotte Douglas dan Bandara Internasional Dallas Fort Worth, AS.

Beberapa tahun lalu, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pernah memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037.

Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021.

Saat ini, perjalanan udara disinyalir menyumbang antara 2-3 persen dari emisi karbon dunia, tetapi persentase untuk itu setara dengan 4,5 miliar perjalanan penumpang, pergerakan 64 juta metrik ton kargo dan sepertiga dari perdagangan global dunia. Di samping itu, penerbangan juga menopang 65 juta pekerjaan.

Meski hanya 2-3 persen dari emisi karbon dunia, namun, industri dirgantara global sudah bersiap untuk menuju netral karbon atau bebas emisi karbon pada 2035 untuk Eropa dan 2050 untuk benua lainnya.

Guna memuluskan target netral karbon di dunia penerbangan, sejumlah instansi, lembaga, dan lainnya, berkolaborasi mengembangkan teknologi terbaru. Salah satunya ATD2 by NASA dan FAA.

Filosofi teknologi terbaru ATD2 NASA ini dalam mengurangi emisi karbon dan menghemat bahan bakar bisa dibilang cukup sederhana.

Semakin lama pesawat tertahan jelang lepas landas dan mendarat, semakin banyak kebutuhan bahan bakar dan emisi karbon yang dihasilkan. Demikian juga sebaliknya. Itulah yang jadi fokus utama pada teknologi ATD2 NASA.

Teknologi terbaru ATD2 NASA secara teknis akan merampingkan beberapa sistem air traffic control (ATC) menjadi satu.

Terbukti, hasil uji coba selama empat tahun belakangan ini di dua bandara di AS (Bandara Charlotte Douglas dan Bandara Dallas Fort Worth), ATD2 NASA sukses membantu pesawat mendarat dan lepas landas 15 menit lebih cepat dari sebelumnya.

Baca juga: Teknologi Aircraft Towing System Janjikan Penghematan Bahan Bakar dan Tekan Emisi C02!

Sejalan dengan efektivitas tersebut, tim peneliti mencatat penghematan lebih dari 275.000 galon bahan bakar per tahun atau sama dengan mengurangi emisi karbon dioksida sampai delapan ton per hari.

Bila tak ada aral melintang, teknologi ATD2 NASA ini akan diaplikasikan di 89 bandara nasional pada tahun 2022 mendatang, begitu laporan media lokal Charlotte, wcnc.com.