Ternyata Begini Sejarah Dua Pesawat Boeing 737 Misterius yang Mangkrak di Bali

0
Sumber: istimewa

Bali masyhur dikenang avgeeks seluruh dunia usai kecelakaan Boeing 707 Pan Am 812 di Gunung Tinga-tinga di Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, 23 April 1974 silam. Monumen tragedi kecelakaan tersebut pun ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya.

Baca juga: Ada Sosok Boeing 737 Misterius di Bali, Kini Jadi Obyek Foto Favorit Para Pelancong

Akan tetapi, usai kemunculan dua pesawat Boeing 737 misterius di dua lokasi terpisah di Bali, agenda wisatawan domestik maupun mancanegara, dalam kaitannya dengan wisata dirgantara, pun berubah. Tentu saja mereka lebih memilih dua bangkai pesawat misterius yang mangkrak ini.

Dihimpun dari berbagai sumber, dua bangkai pesawat misterius mangkrak di Bali, satu di antaranya berada di sebuah lembah buatan dekat Pantai Pandawa, Badung, sekitar lima kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Adapun satu pesawat lainnya terletak di sebelah Dunkin’ Donuts pinggiran jalan raya Kuta, Bali. Masing-masing pesawat mempunyai sejarah atau cerita tersendiri.

Sebelum viral dan mendengar kesaksian warga, Boeing 737-200 PK-RII bekas maskapai Mandala Airlines yang mangkrak di Badung rumornya mengalami kecelakaan dan berhenti tepat di depan tebing. Itu mengapa pesawat bisa sampai berada di dasar lembah.

Tetapi, hipotesa tersebut sirna ketika salah satu warga di sekitaran lokasi mengatakan bahwa pesawat dengan warna dasar putih tersebut memang sengaja digiring dari Surabaya karena hendak dijadikan restoran oleh pemiliknya yang diketahui merupakan warga negara AS.

“Caranya badan pesawat dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan diangkut dengan kontainer,” ungkap Made, seorang warga yang bekerja di sekitaran lokasi.

Selain bangkai pesawat misterius dengan bagian-bagian yang masih utuh, terdapat pula hidung pesawat yang berukuran lebih kecil, dan beberapa baling-baling. Lembah tempat pesawat tersebut bermukim pun bukannya sudah tersedia.

Butuh waktu lebih dari satu tahun untuk mengeruk tebing yang sebagian terdiri dari batuan kapur putih. “Total luas tanahnya sekitar 1 hektar,” imbuh Made.

Pesawat mangkrak di Badung, Bali, ini awalnya akan dijadikan retoran mewah bernuansa pesawat di Bali. Tetapi, karena kehabisan dana, sang pemilik hengkang ke AS dan pesawat pun dibiarkan terbengkalai.

Kendati tak menyajikan hiburan apapun, masyarakat tetap membanjiri pesawat dan menjadikannya sebagai spot foto di beberapa bagian pesawat, kokpit, kabin, pintu, sayap, dan lain sebaginya.

Sedangkan pesawat misterius kedua yang mangkrak di Bali, sejarah kemunculannya bisa dibilang serupa tapi tak sama dengan pesawat di atas. Pesawat Boeing 737 mangkrak yang terletak di sebelah Dunkin’ Donuts itu dimiliki oleh seorang pria asal Jakarta, bernama Airf.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Oleh Arif, pesawat dibeli dan diangkut menggunakan empat truk kontainer pada tahun 2015 silam. Sejak saat itulah, ia berambisi untuk menyulap pesawa tersebut menjadi restoran mewah dan simulator pesawat. Adapun lokasi tempat pesawat bertengger, sudah disewa selama 10 tahun.

Sama halnya dengan pemilik maskapai mangkrak di sebuha lembah di Badung, Bali, Arif pada prosesnya juga mengalami kesulitan biaya dan harus merelakan impiannya mendirikan restoran dan lain sebagainya berbasis pesawat.