Tidak Ada Masalah dengan Pesawat, Garuda Indonesia Tetap Lanjutkan Pengadaan Boeing 737 Max 8

1
Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia
Boeing 737 MAX 8 Garuda Indonesia. Sumber: airliners.net

Rencana Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Group untuk membatalkan pesanan ratusan unit Boeing 737 Max series telah menjadi headline utama di berbagai media. Maklum nilai kontrak untuk lebih dari 190 unit pesawat tersebut mencapai US$22 miliar, atau setara Rp314 triliun. Pangkal musababnya apalagi jika bukan terkait insiden jatuhnya Lion Air JT-610 di Teluk Karawang pada 29 Oktober silam.

Baca juga: Buntut Insiden JT-610, Pihak Lion Air Bisa Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing!

Akibat insiden tragis yang menewaskan 189 penumpang dan awak tersebut berimbas pada respon di dunia aviasi. Seperti Direktorat Penerbangan Sipil India yang menyarankan kepada maskapai pengguna pesawat Boeing 737 Max untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada ‘Maneuvering Characteristics Augmentation System’ selama penerbangan.

Di Amerika Serikat, asosiasi pilot di Negeri Paman Sam juga mempertanyakan mengapa Boeing tidak memberitahu pada awak tentang aplikasi anti stall, fitur yang kini menjadi bahan investigasi oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT).

Meski pamor Boeing dengan produk 737 Max tengah dipertanyakan, namun maskapai Garuda Indonesia, yang juga sebagai pengguna Boeing 737 Max 8, menyatakan bahwa kinerja pesawat yang digunakan berjalan dengan baik dan tidak ada masalah. Dikutip dari thejakartapost.com (6/12), Presiden Direktur PT Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra mengatakan, bahwa saat ini Garuda Indonesia telah mengoperasikan satu unit Boeing 737 Max 8 dan sesuai jadwal akan mendatangkan 49 pesawat serupa sampai tahun 2030.

Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya!

Bahkan Ari Askhara mengatakan rencananya akan tiba 3 unit Boeing 737 Max 8 pada tahun 2020. “Kami akan menunggu laporan kecelakaan terakhir dan akan melihat apa masalahnya. Bila nanti ada perbaikan atau penarikan yang diperlukan kami akan mengikutinya,” ujar Ari Askhara terkait eksistensi Boeing 737 Max 8.

1 COMMENT

  1. Menurut saya seharusnya garuda membatalkan pesanan pesawat b737-max 8,karena nyatanya pesawat tsb tidaj bekerja dengan baik yang mana sudah terjadi kecelakaan pesawat 2x. Terkecuali apabila pabrik b737-max 8 mengganti atau menghilangkan instrumen yang mampu menimbulkan kecelakaan tsb

    Fitri oktafiani ode 170505011276

Leave a Reply