Tidak Terbangkan Pesawat, Pilot Airbus A380 Qantas Kini Kemudikan Bus Reguler

0
Airbus A380 milik Qantas. Sumber: Sam Chui

Sepertinya tak akan habis bila membicarakan pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan beberapa profesi dalam dunia penerbangan pun harus beralih karena pemecatan atau cuti tanpa berbayar. Salah satunya profesi yang terkena dampak adalah pilot, di mana sebagian besar para penerbang pesawat ini beralih profesi demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Baca juga: Kena PHK, Mantan Pilot Malindo Air Rambah Bisnis Kuliner

Seperti yang terjadi pada 13 pilot Qantas pesawat jumbo A380 yang beralih menjadi pengemudi bus reguler. KabarPenumpang.com melansir onemileatatime.com (11/11/2020), The Project yang merupakan program berita Austalia mengadakan wawancara menarik dengan dua pilot Qantas terkait kehidupan mereka selama pandemi.

Dua pilot ini adalah Kapten Peter Cairns dan Kapten Peter Robert yang bila digabungkan keduanya telah menghabiskan 62 tahun menerbangkan pesawat. Salah satunya adalah kapten A380 Qantas yang mengirimkan pesawat jumbo tersebut pertama 12 tahun lalu, yang merupakan puncak karirnya.

Sedangkan satunya merupakan pilot pertama Qantas A380 yang menerbangkan pesawat tersebut terakhir dari London. Dia berbicara bagaimana merasa emosional saat tahu itu mungkin menjadi terakhir kali menerbangkan pesawat.

Kedua pilot menerbangkan Qantas A380 ke Gurun Mojave beberapa bulan lalu untuk penyimpanan jangka panjang. Rasa emosional ketika mendengar kapten A380 berbicara tentang pengalamannya menerbangkan pesawat ke gurun itu.

“Saya pikir pergi ke Mojave mungkin salah satu hal yang paling sulit, Anda tahu, mengambil pesawat pertama dan saya yang kirim ke gurun juga. Dan mungkin akan tetap di sana, tidak akan kembali, kita semua menangis,” kata Kapten Peter Robert.

Dia menambahkan ada sepuluh pesawat A380 yang diparkir di Victoriaville dan ketika menjauh dari pesawat tersebut masih ada 700 atau 800 pesawat lainnya yang terparkir. Karena hal ini, keduanya kini beralih profesi menjadi pengemudi bus.

Di mana mereka berbicara tentang bagaimana menginginkan suatu tujuan dan sebaliknya berada di rumah dan menjadi kesempatan yang diberikan kepada keduanya. Kedua pilot ini mengakui menerbangkan pesawat membutuhkan konsentrasi untuk waktu yang singkat.

Baca juga: Qantas Kirim A380 Ke ‘Kuburan’ Pesawat di Gurun Amerika Serikat

Bahkan mereka mengaku terkadang masih bisa beristirahat dan bisa menonton film. Kemudian mereka mengatakan ada banyak perbedaan ketika mengemudikan bus, yang mana membutuhkan konsentrasi untuk jangka waktu yang lama. Salah satu dari mereka mengatakan, dirinya berharap ketika secara resmi pensiun dari Qantas bisa kembali menjadi pengemudi bus.

Leave a Reply