Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium

Sumber: Tribun

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengusulkan kepada Pemerintah untuk bisa mengoperasikan satu kelas tambahan untuk Commuter Line (KRL Jabodetabek), yaitu kelas Premium. Melalui Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo, PT KAI menyebutkan bahwa usulan ini sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan Pemerintah kepada PT KAI.

Baca Juga: Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

“KAI harapannya kalau diberi penugasan proyek infrastruktur transportasi, diberi kompensasi bisnis yang lebih menguntungkan. Karena infrastruktur ini kan jangka panjang. Misalnya sekarang KRL, kita sedang upayakan kereta yang sifatnya premium,” ujar Didiek, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (4/12/2018).

Seperti yang diketahui bersama, saat ini KRL yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), semuanya mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan. Kelak, premi KRL ini tak akan disubsidi. Dengan kata lain, tarifnya jelas akan melambung.

Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di Jakarta – dengan rataan 1 juta penumpang setiap harinya, Didiek beranggapan bahwa sudah saatnya KRL meningkatkan layanannya. Karena pada dasarnya, para penumpang KRL ini tidaklah berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah saja. Maka dari itu, Didiek menyebutkan tidak semua penumpang KRL membutuhkan subsidi.

“Tidak semua orang butuh subsidi, seperti dari BSD atau Bekasi, tarifnya misal Rp 15 ribu sekali jalan tapi kepadatannya tidak seperti sekarang. Memang ciri Komuter itu padat seperti sekarang, tapi kalau kita bisa beri kenyamanan lebih, kenapa tidak?” terangnya.

Lanjut Didiek, usulan ini telah disampaikan ke Kementerian Perhubungan, hanya saja sampai sekarang masih menunggu pertimbangan dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Usulan ini harapan kami bisa menjalankan bisnis yang lebih menguntungkan sebagai bentuk kompensasi atas berbagai proyek infrastruktur yang ditugaskan pemerintah kepada perusahaan kami,” ujar Didiek.

“Memang sudah ada sejak awal 2018, kita sudah sampaikan ke Kemenhub, bahkan Pak Menteri sudah setuju. Sekarang proses di Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” tandasnya.

Baca Juga: KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Tidak bisa dipungkiri, hadirnya tarif subsidi di KRL Jabodetabek berimbas pada penuh sesaknya armada tersebut – terutama dikala jam sibuk. Diharapkan dengan disetujuinya usulan ini, maka para penumpang bisa lebih nyaman berkendara bersama KRL Jabodetabek, kendati harganya akan jadi lebih mahal.