Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India

Ilustrasi Kereta Cepat. Sumber: Moneycontrol

Biro Penasihat Nasional Uni Emirat Arab baru saja mengusulkan pembangunan kereta peluru bawah laut yang akan menghubungkan Mumbai, India dengan Fujairah. Adapun jarak yang terbentang di antara dua titik ini adalah sejauh 2.000 km dan diperkirakan dapat ditempuh hanya dalam waktu dua jam perjalanan saja. Mendengar kata bawah laut, mungkin reaksi yang nantinya ditimbulkan oleh penumpang beragam, ya! Bisa jadi mereka excited atau mungkin mereka ketakutan.

Baca Juga: Sokong Sektor Pariwisata, Cina Siap Hadirkan Kereta Peluru dengan Terowongan Bawah Laut

Dalam sebuah video yang diunggah oleh pihak Uni Emirat Arab di jejaring sosial Youtube bulan November silam, tampak gambaran kasar dari proyek kereta bawah laut tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman futurism.com (5/12/2018), nantinya jalur kereta peluru bawah laut ini akan ditompa oleh sebuah pipa tabung panjang.

Pada awalnya, wacana tentang menghadirkan kereta peluru bawah tanah terdengar benar-benar tidak masuk akal – bahkan Direktur Biro Penasihat Nasional, Abdulla Alshehhi mengatakan bahwa ide tersebut masih hanya sebatas konsep yang perlu dieksplorasi lebih lanjut lagi dalam studi kelayakan yang akan datang. Namun mengingat perkembangan jaman, kereta bawah laut ini bukanlah yang pertama kali hadir di dunia.

Pemerintah Cina juga pernah mengeksplorasi konsep kereta bawah laut peluru pada tahun 2005 silam. Bulan November lalu, Pemerintah Negeri Tirai Bambu menyetujui kereta api yang akan menghubungkan kota Ningbo ke sebuah pulau bernama Zhoushan. Kereta peluru itu akan melakukan perjalanan bawah air selama lebih dari 16km dari perjalanan sejauh 77 km.

Semisal proyek pembangunan jalur kereta bawah laut ini rampung kelak, Abdulla Alshehhi berharap dapat meningkatkan mobilitas antara dua negara ini, tidak hanya penumpang melainkan juga dengan sektor perdagangannya. Ia juga memprediksi kedua negara akan menggunakan jalur transit yang futuristik ini sebagai jalur ekspor impor minyak, hingga sumber daya alam lain yang tidak dimiliki oleh kedua negara.

Baca Juga: Kalah Efisien dengan Jalur Laut, Kelanjutan Proyek Kereta ‘Jalur Sutera’ Dipertanyakan

Untuk masalah armada, pihak Uni Emirat Arab belum menentukan lebih jauh lagi tambatan hatinya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, ada dua negara yang terkenal akan kereta pelurunya ini – Jepang dan Cina.