Kalah Efisien dengan Jalur Laut, Kelanjutan Proyek Kereta ‘Jalur Sutera’ Dipertanyakan

Sumber: Istimewa

Rencana ambisius Cina untuk membangun Jalur Sutera kereta Cina menuju jantung Asia menuai kontroversi. Tergabung ke dalam rencana raksasa “Gugus Sabuk dan Jalan” (Belt and Road) yang dicanangkan Presiden Cina dan pemimpin partai, Xi Jinping yang gencar mempromosikan prakarsa “Gugur Sabuk dan Jalan” senilai triliunan dolar AS, nampaknya otoritas terkait harus kembali memutar otak karena pembangunan jalur kereta yang ditujukan untuk mengirim logistik ini dinilai masih belum menggeser kedigdayaan dari jalur laut.

Baca Juga: Bangkitnya Jalur Sutra Modern Dari Cina ke Daratan Eropa

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, banyak pihak yang berasumsi bahwa untuk mengirimkan logistik dari Pasifik menuju Atlantik dengan menggunakan Kereta Api Trans-Siberia yang sudah eksis sejak tahun 1916 merupakan cara yang paling efisien. Namun hal tersebut terbantahkan karena data statistik menunjukkan bahwa pengiriman via jalur laut terbukti lebih efisien, fleksibel, dan memiliki daya angkut yang lebih banyak ketimbang si ular besi.

Sebagai contoh perbandingan, pada tahun 2017 kemarin, lalu lintas kontainer Trans-Siberian Railway mengalami peningkatan ke angka 278.000 TEU (Twenty-foot-Equivalent Units) dari 43.900 TEU pada tahun 2014. Namun angka tersebut masih setengah dari jumlah unit yang berhasil diangkut oleh moda laut yang pada tahun yang sama berhasil mengangkut 480.000 TEU. Sementara itu, total volume maritim pada rute timur-barat mencapai 15,9 juta TEU tahun lalu, setara dengan hampir 60 Jalur Kereta Trans-Siberia.

Itu baru dari segi kapabilitas antar moda untuk mengangkut logistik, belum lagi ditinjau dari pemakaian bahan bakar yang juga dimenangkan oleh moda laut. Sejumlah kelemahan di sektor moda darat tersebutlah yang kemudian menjadi bahan evaluasi berbagai otoritas – dimana mereka sepakat bahwa pengiriman via jalur laut terbilang masih jauh lebih aman ketimbang Pemerintah Cina membangun Jalur Sutera kereta api menuju belahan bumi bagian timur.

Statemen tersebut semakin menguat manakala kocek yang harus dikeluarkan untuk pembangunan jalur kereta ini tidaklah murah. Memang, dari sejumlah titik, terdapat keuntungan di balik kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Cina dan Eropa ini.

Baca Juga: Ini Dia! 8 Jalan Raya Terpanjang di Dunia

“Jalur Sutra bukan hanya jalan untuk pengembangan ekonomi, perdagangan dan industri, tetapi juga jalan untuk pendidikan dan budaya,” kata Li Jianmin, Menteri Penasihat misi Cina ke Uni Eropa.

“Saya berharap layanan kereta masa depan antara Antwerp (Belgia) dan Shanghai akan memainkan peran untuk menjembatani Belgia dan Cina, dan semua negara di sepanjang Jalur Sutra,” tandas Li.