Toyota e-Palette, Bus Mini Otonom Mudahkan Mobilitas Atlet Olimpiade Tokyo

0
digunakan untuk mengangkut atlet di perhelatan Olimpiade Tokyo (toyotatimes.jp)

Banyak inovasi teknologi yang dipamerkan Jepang, salah satunya saat perhelatan Olimpiade Tokyo. Di mana dalam perhelatan tersebut menghadirkan bus mini otonom yang digunakan untuk mengangkut para atlet yang akan berlaga.

Baca juga: Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia 

Para atlet dari berbagai negara dengan jumlah 11 ribu orang ini tinggal di Olympic Village yang memiliki luas mencapai 44 hektar. Karena hal ini panitia kemudian menghadirkan kendaraan listrik tanpa pengemudi yang memudahkan atlet berlalu lalang baik di dalam perkampungan atlet.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, bus otonom ini sebenarnya sudah dipamerkan oleh Toyota pada Tokyo Motor Show 2019 lalu yang diselenggarakan di Negeri Sakura itu. Bus itu diberi nama e-Palette oleh Toyota.

Bus otonom tersebut memiliki panjang 5,2 meter, lebar 2,06 meter dan tinggi 2,7 meter. Karena digunakan untuk mengangkut atlet di Olimpiade dan Paralimpiade, Toyota memodifikasinya dengan pintu bagian tengah yang lebih besar sehingga bisa cepat diakses.

(Forbes.com)

Satu unit e-Palette mampu mengangkut 20 orang atau empat pengguna kursi roda dan tujuh orang berdiri. Meski kendaraan ini otonom, masih ada petugas keselamatan yang akan membantu memastikan semuanya berjalan lancar.

“Atlet Olimpiade dan Paralimpiade bekerja tanpa lelah dan kami ingin memberi mereka kendaraan yang dirancang dan dikalibrasi secara khusus agar sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka selama Tokyo 2020,” ujar pemimpin pengembang Takahiro Muta.

Dia mengatakan, e-Palette mampu menjangkau hingga 150 km dan teknologi gerakan untuk aselerasi dan pengeraman yang mulus. e-Palette juga dibekali sensor canggih seperti kamera dan LiDAR. Yang mana sensor-sensor tersebut terus memantau rintangan dalam bidang pandang 360 derajat lengkap.

Bahkan bus otonom ini mampu mendeteksi kendaraan lain dan pejalan kaki di sekitarnya dan secara otomatis melakukan pengereman. Dalam masa pandemi ini, uniknya e-Palette dilengkapi kain dan permukaan internal berbahan antivirus untuk menghindari kontaminasi virus corona.

Pegangan tangan pada bus ini juga disesuaikan dengan tinggi atlet. Tak hanya itu, bagian dalam pun dicat dengan warna kontras untuk meningkatkan visibilitas bagi orang dengan gangguan penglihatan.

Baca juga: Mobil Golf Semi-Otonom Mudahkan Para Lansia di Desa Pegunungan Jepang

e-Palette melakukan perjalanan kecepatan rendah 19 km per jam di dalam Olympic Village. Tujuannya agar memastikan keselamatan atlet. Bila dipacu maksimum, kecepatan kendaraan bertenaga listrik ini sendiri bisa mencapai akselerasi 32 km per jam.