Toyota Motor Rengkuh 2 Visi Futuristik dalam Satu Proyek di Utara Tokyo

Sumber: asia.nikkei.com

Toyota Motor kini mulai ikutan terjun ke dunia kendaraan otonom, dimana mereka diplot untuk meluncurkan proyek uji coba sistem transportasi yang berfokus pada kendaraan otonom. Tidak berjalan sendiri, perusahaan asal Jepang ini turut bekerja sama dengan Universitas Tsukuba dan pemerintah setempat. Diketahui, Toyota Motor menjadikan daerah di sebelah utara Tokyo sebagai medan uji coba kendaraan tersebut.

Baca Juga: Bus Otonom Apolong Baidu Level 4 Meluncur Secara Global di 2019

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (8/10/2018), di bawah sistem otonom yang dikembangkan oleh Toyota, sebuah kendaraan single-seat akan menjemput penumpang dari rumah mereka dan mengantarkannya menuju halte bus terdekat. Di sana, penumpang akan ‘ditransfer’ menuju bus otonom yang siap membawa mereka berkelana menuju kota.

Agak sedikit unik memang konsep dari proyek yang tengah dijalani oleh Toyota Motor ini, namun adapun salah satu tujuan dari pengembangan proyek ini adalah untuk membantu mobilitas dari para lansia yang terisolasi dari dunia luar. Ya, jumlah lansia yang terisolasi ini semakin meningkat di Negeri Sakura pasca pemangkasan sejumlah rute moda transportasi di beberapa daerah.

Nantinya bus-bus otonom ini akan beroperasi di dalam kota, dengan rute yang paling jauh adalah menuju Stasiun Tokyo dan Bandara Narita. Sebenarnya, prioritas awal dari keseluruhan proyek ini adalah untuk menggunakan Artificial Intelligent (kecerdasan buatan) untuk memprediksi kemacetan lalu lintas di area tertentu.

Ibarat pepatah “Sekali merengkuh dayung, dua tiga puau terlampaui”, Toyota nampaknya akan menuai pujian di akhir periode uji coba. Pasalnya, selain digadang-gadang untuk mengentaskan masalah lansia yang terisolasi tersebut, Toyota juga sambil mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk bus-bus otonomnya dalam menentukan rute tercepat dari daerah yang kerap dilanda kemacetan.

‘Eksperimen’ ini sendiri telah ditetapkan untuk diluncurkan pada fiskal 2019 dan berakhir pada fiskal 2022. Dalam rentang waktu tersebut, pihak Toyota dan semua otoritas terkait akan menguji kelayakan teknologi yang relevan dengan lalu lintas reguler.

Baca Juga: Coba Peruntungan, Sony Ciptakan Mobil Otonom Futuristik!

Tidak melulu soal modanya saja, proyek ini juga akan melibatkan produsen bahan bakar hidrogen dari sumber energi terbarukan untuk bus. Toyota juga akan memperhatikan soal pembangunan pipa untuk stasiun bahan bakar yang tahan bencana – sebagaimana yang kita ketahui bersama, Jepang merupakan negara yang memiliki frekuensi gempa paling tinggi di dunia.

Enggan tertinggal, beberapa perusahaan yang juga terkait dengan tema dari proyek ini mulai membuka obrolan – seperti NEC (perusahaan IT asal Jepang), dan Mitsubishi Electric.