Tren Covid-19 Menurun, Penumpang Singapore Airlines dari Indonesia Diizinkan Transit di Bandara Changi

0
Ilustrasi bandara bebas emisi di dunia. Sumber: Architectural Digest India

Gegara badai Covid-19 yang meroket beberapa bulan lalu, penumpang pesawat asal Indonesia tidak diizinkan melakukan transit penerbangan di Bandara Changi, padahal seperti diketahui, bandara tersibuk di Asia itu adalah hub internasional yang strategis bagi akses penerbangan dari dan ke Indonesia. Nah, melihat tren Covid-10 yang mulai landai dan mereda di Indonesia, otoritas Singapura mulai membuka akses transit bagi penumpang dari Indonesia.

Baca juga: Lindungi Kesehatan Penumpang, Bandara Changi Kenalkan Sistem Zonasi Terbaru

Dikutip dari ChannelNewsAsia, pada 23 September besok, penumpang maskapai Singapore Airlines (SIA) dari Indonesia akan diizinkan untuk transit di Bandara Changi. “Kami sangat senang karena sekarang kami dapat menyambut kembali pelanggan kami yang melakukan perjalanan dari Indonesia dengan penerbangan Singapore Airlines,” tutur General Manager Singapore Airlines Indonesia, Alvin Seah dalam pernyataan persnya. Ia menambahkan, ini merupakan langkah penting karena industri perjalanan secara bertahap mulai pulih dari pandemi.

Perizinan ini diperuntukkan untuk penerbangan dari Jakarta menuju destinasi dalam jaringan SIA Group. Seperti diketahui, sejak Juli lalu, pemerintah Singapura sempat memperketat aturan izin masuk bagi pelancong atau wisatawan asal Indonesia di negara tersebut. Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan aturan izin masuk itu berlaku bagi pelancong asal Indonesia, yang bukan warga negara atau penduduk tetap di wilayahnya.

Melansir laman resmi Otoritas Imigrasi Singapura, penumpang yang ingin transit di negara itu harus tes PCR Covid-19 dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan ke Singapura dan memiliki laporan tes negatif yang valid. Setibanya di Bandara Changi, penumpang akan dipandu ke Transit Holding Area (THA) di terminal keberangkatan penerbangan berikutnya.

Penumpang dari high risk country penyebaran Covid-19, harus rela mendapatkan perlakuan yang tidak biasa saat tiba di Changi. Setiap penumpang dari Indonesia, menggunakan jenis maskapai apa saja dan dari kelas apa pun, kini harus menggunakan tangga manual untuk turun dari pesawat.

penumpang lain harus turun menggunakan tangga manual. Sesuatu hal yang menurutnya mengagetkan, pasalnya ia merupakan penumpang yang duduk di kelas bisnis, tapi harus turun menggunakan tangga. Dengan turun menggunakan tangga di apron, sudah barang tentu penumpang harus menerima suara bisingnya mesin pesawat. Belum lagi bila cuaca buruk, mulai dari angin kencang hingga kehujanan kerap kali menjadi satu permasalahan yang serius.

Baca juga: Penumpang dari Indonesia Tiba di Changi ‘Tak Lagi’ Dilayani dengan Garbarata, Ini Sebabnya!

Menggunakan shuttle bus, penumpang dari high risk country tidak dibawa ke terminal konvensional yang identik dengan penyejuk ruangan dan pernak-pernik kelontong khas Changi. Justru bus yang membawa penumpang dari Indonesia masuk ke sisi pelataran parkir Terminal 4, yang memang dikhususkan untuk melayani penumpang dari negara-negara dengan risiko tunggi penularan Covid-19. Dan di area semi outdoor inilah penumpang harus duduk antre dalam jarak aman untuk menuju konter imigrasi.