Untuk Pesawat Narrow Body, ST Engineering Tawarkan Desain Toilet Baru yang Lebih Besar dan Nyaman

0
Desain konsep Access lavatory yang diklaim dapat memenuhi kebutuhan penumpang akan toilet yang lebih luas serta memenuhi kebutuhan maskapai yang menginginkan efisiensi dimensi toilet. Foto: Tangkapan layar Youtube ST Engineering

Singapore Technologies Engineering Ltd (ST Engineering) memperkenalkan desain terbarunya di bidang aviasi, dalam hal ini terkait desain interior pesawat, mulai dari konsep kursi kelas ekonomi penerbangan jarak jauh berbahan magnesium aloi yang diklaim mengurangi bobot kursi hingga 30 persen hingga desain toilet terbaru yang lebih besar. Inovasi desain toilet baru tersebut dipamerkan dalam ajang Singapore AirShow 2020 yang masih berlangsung hingga kini.

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman runwaygirlnetwork.com, Rabu, (12/2), VP commercial business Hean Seng Tan disela-sela gelaran Singapore AirShow 2020 mengatakan, pihaknya memang sangat mendambakan untuk menghadirkan toilet yang lebih besar bagi semua orang. Pasalnya, belakangan ini, toilet yang dihadrikan maskapai pada umumnya sudah tergolong cukup sempit dan tidak nyaman. Hal itu sangat wajar bila melihat dari sisi efisiensi tata letak dalam kabin.

Namun, bila dilihat dari segi kebutuhan penumpang, toilet sempit, sekalipun tetap bisa digunakan, bukanlah sesuatu yang diharap-harapkan oleh penumpang. Justru sebaliknya, penumpang kerap kali melayangkan keluhan demi keluhan terkait toilet yang cukup sempit. Bahkan, terkadang, untuk memutar badan pun tidak bisa sehingga memaksa penumpang untuk masuk ke toilet dengan berjalan mundur, saking sempitnya.

Berangkat dari fakta tersebut, ST Engineering pun coba menciptakan produk yang disebut “Access lavatory” yakni toilet dengan dua tujuan sekaligus, pertama untuk memberikan layanan toilet yang lebih luas bagi pelanggan sekaligus (yang kedua) tetap mengakomodir maskapai yang ingin mengurangi dimensi toilet, agar dapat dimanfaatkan untuk hal lainnya.

Access lavatory sendiri dinilai dapat memenuhi dua tujuan tersebut berkat inovasi dinding samping yang dapat diperpanjang hingga 33 cm, menciptakan ruang lantai 40 persen lebih banyak hingga menghadirkan kesan lebih luas. Bahkan, penumpang dengan kursi roda pun tetap bisa masuk ke dalam toilet tersebut dan berbalik badan dengan mudah. Hal tersebut tentu sangat ditunggu-tunggu oleh pelanggan.

Bila sudah selesai digunakan, dinding samping toilet kemudian didorong untuk kembali ke posisi semula, sehingga membuat area pantry kembali luas serta tidak menghalangi akses keluar masuk penumpang saat waktunya tiba, mengingat, jika toilet tersebut tengah digunakan, akses keluar masuk memang akan sedikit terganggu.

Ketika sudah di dalam toilet, tata letak (seperti stainless steel untuk pegangan, kaca, hingga westafel), desain, serta interiornya yang lengkap juga membuat toilet tersebut dinilai mampu menjawab keluhan-keluhan penumpang pesawat selama ini.

Dengan berbagai kemudahannya dalam meningkatkan aksesibilitas penumpang pada pesawat sempit, sebagaimana usulan Departemen Perhubungan AS untuk tetap memberikan kemudahan bagi pelanggan bahkan di pesawat sempit sekalipun, Access lavatory dinilai cocok untuk pesawat narrow body seperti A320 dan Boeing 737.

Baca juga: Toilet Meluap, Penumpang Pesawat Pipis di Kantong Plastik

Agar produknya bisa diaplikasikan ke Airbus dan Boeing (A320 dan Boeing 737) tersebut, Access lavatory kini tengah mengejar sertifikasi EASA dan tentu saja FAA. Namun, mereka menargetkan untuk mengaplikasikan produknya di pesawat Boeing 737 terlebih dahulu, yakni pada Oktober 2020 mendatang, dibanding Airbus A320 (kuartal pertama taun 2021). Hal tersebut dikarenakan, menurut ST Engineering, pesawat buatan Boeing lebih sulit untuk dibuatkan Access lavatory ketimbang pesawat besutan Airbus.

Hingga kini, pihak ST Engineering mengaku telah membuka obrolan terkait pengaplikasian Access lavatory kepada dua maskapai asal AS. Namun, perusahaan belum mau menyebut siapa yang dimaksud dua maskapai tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga dijadwalkan bertemu dengan beberapa maskapai dan masih akan terus membuka diri kepada maskapai lainnya untuk membuat berbagai kesepakatan di sela-sela gelaran Singapore Airshow hingga Senin mendatang.

Leave a Reply