Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”

SkyRider 2.0. Sumber: cntraveler.com

Bagi maskapai dengan biaya penerbangan murah atau low cost carrier, urusan seat pitch alias jarak antar kursi masih menjadi dilema. Bagi LCC prinsipnya semaksimal mungkin menggunakan konfigurasi kelas ekonomi pada armadanya. Sementara keinginan maskapai berbanding terbalik dengan kenyamanan penumpang.

Baca juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Walau dilema seat pitch belum tuntas, namun pihak maskapai pada dasarnya berusaha untuk memecahkan solusi tersebut. Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ada satu jenis bangku yang diusulkan supaya penumpang dapat merasakan kenyamanan lebih, yaitu standing seat.

Sesuai dengan namanya, standing seat memiliki bentuk seperti bangku jemuran yang biasa ditemui di stasiun-stasiun. Adalah Chief Executive dari Ryanair, Michael O’Leary yang pertama kali mengajukan ide ini pada tahun 2010 lalu. Michael mengusulkan untuk mengganti kursi konvensional dengan standing seats pada penerbangan jarak pendek. Namun publik menanggapinya hanya sebatas lelucon semata, mengingat beberapa waktu sebelumnya, RyanAir baru saja menelurkan isu akan mengenakan biaya penggunaan toilet pesawat.

Setelah sempat hilang, kini isu penggunaan standing seat kembali mencuat setelah salah satu perusahaan desain asal Italia, Aviointeriors Group, kembali ‘menggodog’ ide bangku berdiri cetusan Michael O’Leary tersebut. Aviointeriors Group, kembali membawa standing seats pada pagelaran Aircraft Interiors Expo 2018 yang diadakan di Hamburg, Jerman, beberapa waktu yang lalu.

Selain mampu menampung penumpang 20 persen yang lebih banyak dalam sekali penerbangan, bobot dari bangku yang diberi nama SkyRider 2.0 ini sendiri relatif lebih ringan ketimbang bangku pesawat konvensional (sekitar 50 persen lebih ringan). Namun sayangnya, dengan segala kelebihan yang dimilikinya, sudah delapan tahun dapur Aviointeriors ‘tidak ngebul’.

Baca Juga: Ini Dia Jurus Jitu Atasi ‘Beser’ Selama Perjalanan Jarak Jauh

Dikutip dari laman sumber lain, sayangnya, hingga saat ini, belum ada nama maskapai atau produsen aircraft beken yang mendaftarkan namanya di buku pemesanan SkyRider 2.0. Kendati dipercaya memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang, namun tidaklah mudah untuk mengubah regulasi yang sudah mengakar, bukan?