[Video] Ngeri! Pintu Kargo Boeing 737-200 Aerosucre Terbuka Saat di Udara

0
Pintu kargo pesawat Boeing 737-200 Aerosucre terbuka saat di udara. Foto: Tangkapan layar Twitter Aviation Safety Network

Pintu kargo pesawat Boeing 737-230F Aerosucre tiba-tiba terbuka saat di udara tak lama setelah lepas landas dari sebuah bandara di wilayah Mitú. Beruntung, pesawat yang hendak menuju Bogotá, Kolombia tersebut berhasil mendarat dengan selamat di bandara semula.

Baca juga: Air Serbia Operasikan Boeing 737-300 Selama 36 Tahun, Bagaimana Bisa?

Laporan Aviation Safety Network, saat keberangkatan, seluruh prosedur sudah dijalankan dan tentu saja pintu kargo sudah ditutup sebagaimana mestinya. Tanpa sebab, pintu kargo pun secara mengejutkan terbuka.

Dalam tayangan video, pintu kargo jelas terbuka meskipun tidak terlalu lebar. Kendati demikian, pada ketinggian 30-40 ribu kaki, itu aka menjadi petaka.

Mengingat pesawat tetap bisa mengudara dengan stabil dan pada akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Fabio Alberto León Bentley, besar kemungkinan pesawat masih berada di bawah ketinggian delapan ribu kaki saat insiden pintu kargo pesawat terbuka saat di udara.

Pada ketinggian tersebut, saat kabin kehilangan tekanan akibat pintu kargo terbuka ataupun lubang, secara teori, pesawat memang bisa terbang dengan stabil sampai mendarat dan tidak terjadi dekompresi eksplosif dalam prosesnya.

Menurut ch-aviation, pesawat yang mengalami insiden itu teregistrasi sebagai HK-5026. Boeing 737-220F itu diketahui sudah berusia 40 tahun. Selama empat dekade terakhir, pesawat malang melintang di langit bersama beberapa maskapai, seperti Lufthansa, ModiLuft, Vanguard Airlines, LATAM, dan SKY Airline.

Pada Mei tahun 2014 lalu, Aerosucre resmi mendapat pesawat dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 54 ton ini.

Dalam setahun belakangan, pesawat yang sama juga dilaporkan pernah mengalami inside lain. Pada 8 Mei lalu, pesawat mengalami masalah pada landing gear (nose gear) dan menyebabkannya batal lepas landas.

Agak jauh sedikit ke belakang, Boeing 727-200 Aerosucre bahkan pernah mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan lima orang tewas. Saat itu, pesawat dengan nomor registrasi HK-4544 melayani rute Bandara Germán Olano, Puerto Carreño, ke Bogotá.

Dibandingkan generasi pertama Boeing 737-100, Boeing 737-200 memang lebih laris. Di Indonesia, meski tak dioperasikan secara komersial, baik itu penerbangan penumpang maupun kargo, tetapi, pesawat ini masih terbang bersama TNI AU, tepatnya bersama skadron udara 5 Lanud Hassanudin.

Baca juga: Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Catatan Indomiliter.com, pesawat intai strategis Boeing 737-200 atau 2X9 Surveillance dengan nomer A-7301 tiba di Indonesia dan dioperasikan TNI AU pada 20 Mei 1982.

Meski usianya sudah menuju 40 tahun, tetapi, pesawat ini masih diandalkan TNI AU dengan dukungan sejumlah fitur, seperti mission console, sistem radar WESCAM MX-20HD yang setara dengan Boeing P-8A Poseidon, radar berkemampuan khusus jenis AN/APS-143C(V)3 OceanEye buatan Telephonics, dan berbagai fitur lainnya.