Sah, Korean Air Pensiunkan Seluruh Pesawat Airbus A380 dan Boeing 747!

0
Korean Air jadi salah satu maskapai yang beroperasi di rute tersibuk dunia, Seoul-Jeju. Foto: Getty Images

Korean Air resmi mengakhiri era quad jet jarak jauh di barisan armadanya usai mempensiunkan pesawat Airbus A380 dan Boeing 747-8. Meski demikian, avgeeks di seluruh dunia setidaknya masih bisa melihat dua pesawat ikonik itu sampai beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Korean Air Kembali Terbangkan A380, Pertanda Industri Penerbangan Mulai Sehat?

Flag carrier nasional Korea Selatan itu mengatakan armada Airbus A380 akan dipensiunkan secara bertahap sampai lima tahun ke depan. Itu tidak hanya mencakup 10 armada Korean Air saja, melainkan juga enam armada A380 Asiana Airlines.

Kedua maskapai tersebut diketahui memang nyaris sepakat untuk merger sekalipun peresmiannya masih tertunda sampai tahun 2024 mendatang.

Meski begitu, armada A380 Asiana Airlines sudah bergabung dengan Korean Air dan akan pensiun dalam dua tahun mendatang. “A380 akan meninggalkan armada Korean Air dalam waktu lima tahun,” kata CEO Korean Air Walter Cho kepada FlightGlobal.

Sebelum mengumumkan pensiunnya Airbus A380, Korean Air mulai memasukkan kembali pesawat ke dalam layanan sejak Oktober tahun lalu.

Ketika itu, pesawat tersebut diplot untuk penerbangan tiga jam 40 menit dari Incheon, Korea Selatan (Korsel), ke Guangzhou, Cina. Rute ini dilayani A380 Korean Air sepekan sekali.

Keputusan ini membuat Korean Air bergabung bersama China Southern Airlines -satu-satunya maskapai yang tak meng-grounded A380 selama pandemi Corona- serta Emirates yang sudah lebih dahulu mengoperasikan pesawat tersebut pada awal musim panas ini.

Dari 10 armada A380 Korean Air, pesawat superjumbo dengan nomor registrasi HL7614-lah yang bakal diplot melayani rute A380 paling aktif di dunia dewasa ini. Pesawat berusia 9,6 tahun tersebut diketahui terakhir kali terbang pada 5 Maret lalu, melahap rute Paris-Seoul.

Lebih dari setengah tahun tak mengudara membuat performa pesawat sempat diragukan. Karenanya, Korean Air mulai mengujicoba kelengkapan kemanan dan keselamatan pesawat tersebut pada 28 September tahun lalu selama kurang lebih satu dan tiga seperempat jam penerbangan.

Selama waktu tersebut, Airbus A380 Korean Air berkeliling langit Pulau Jeju menuju Busan, salah satu kota terkenal di Korsel lewat film Train to Busan, dan mendarat kembali di Incheon, Seoul. Pada penerbangan ini, rata-rata pesawat hanya menjajal ketinggian jelajah di angka 32 ribu kaki.

Usai Airbus A380 Korean Air pensiun, maskapai akan mengandalkan Queen of the Skies Boeing 747-8 untuk penerbangan jarak jauh. Sayangnya, seri terbaru dari Boeing 747 itu juga akan dipensiunkan secara bertahap selama 10 tahun ke depan.

Sepeninggal Airbus A380 dan Boeing 747-8, praktis Korean Air hanya akan mengandalkan twin jet jarak jauh modern, Boeing 777-300ER, Boeing 787 Dreamliner, dan Boeing 777-9X yang akan segera bergabung dalam barisan armada.

Baca juga: Korean Air, Setiap Hari Layani Penerbangan Langsung Cengkareng-Incheon

“Saya percaya Boeing 777 adalah salah satu pesawat paling sukses dalam sejarah penerbangan,” jelas Cho. “Jika ditanya, saya akan mengatakan B777-300ER adalah model favorit saya,” tambahnya.

“Meski saya tidak mengesampingkan Boeing 777X, ada beberapa poin yang masih perlu verifikasi. Saya mungkin mempertimbangkannya setelah itu, tetapi saya tidak berpikir kami akan memiliki permintaan besar untuk pesawat baru untuk beberapa waktu karena kami sudah memiliki sejumlah besar pesawat yang beroperasi atau dipesan,” tutupnya.