Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

0
Chang'e-5 mendarat di barat laut sisi dekat Bulan, jauh dari lokasi pendaratan AS ataupun Soviet di bulan. Foto: Administrasi Luar Angkasa Nasional Cina (CNSA)

Program luar angkasa Cina, yang juga memiliki pengorbit dan penjelajah menuju Mars, makin ambisius. Belum lama ini, wahana antariksa Cina, Chang’e 5, dikabarkan berhasil lepas landas dari bulan untuk memulai misi kembali ke bumi dengan membawa pulang bebatuan dan tanah seberat 2kg.

Baca juga: 2021 Bakal Ada Balapan Mobil Remote Control di Bulan, Aktornya Anak SMP

Sebelumnya, wahana antariksa Cina ketiga yang mendarat dan yang pertama lepas landas dari bulan tersebut, sejak 1 Desember 2020 lalu melakukan pengeboran hingga kedalaman dua meter di barat laut sisi dekat Bulan, cukup jauh dari lokasi pendaratan wahana antariksa milik AS dan Soviet yang lebih dahulu melakukan hal serupa. Lokasi pendaratan berada dekat formasi yang disebut Mons Rumker dan mungkin berisi batuan miliaran tahun lebih muda dari yang ditemukan sebelumnya.

Dilansir The New York Times, meski mengambil sampel adalah tugas utamanya, wahana pendarat itu juga dilengkapi dengan peralatan untuk memotret area secara ekstensif, memetakan kondisi di bawah permukaan dengan radar penembus tanah, dan menganalisis tanah Bulan untuk mengetahui kandungan mineral dan air.

Usai mengumpulkan tanah dan bebatuan di bulan, wahana yang berada di atas lander Chang’e 5 tersebut lepas landas dari Oceanus Procellarum pada pukul 23.10 waktu Cina. Enam menit kemudian, wahana peluncur tersebut tiba di orbit Bulan.

Selanjutnya wahana tersebut harus mengorbit Bulan sampai bisa bertemu dengan orbiter Chang’e 5, melakukan proses docking, dan memindahkan muatan berharganya ke kapsul untuk dibawa pulang ke Bumi.

Proses docking ini akan cukup menantang mengingat rentang waktunya yang sangat sempit. Wahana peluncur dan orbiter akan membutuhkan waktu dua atau tiga hari untuk bertemu, menyamakan orbitnya dan memulai percobaan docking. Keduanya hanya memiliki waktu 3,5 jam untuk melakukan manuver ini.

Beijing mengatakan wahana dengan sampel tersebut akan mendarat di Bumi sekitar pertengahan Desember. Pendaratan direncanakan dilakukan di padang rumput Mongolia Dalam, tempat astronaut Cina kembali dengan pesawat ruang angkasa Shenzhou.

Sampel tersebut nantinya akan diteliti lebih jauh untuk mengungkap berbagai fakta, termasuk awal mula terbentuknya bulan, kepercayaan bahwa bulan pernah terbelah, hingga asal mula penciptaan tata surya.

Baca juga: Mengenal Pesawat Luar Angkasa Terbesar dalam Sejarah Buatan Boeing, Begini Keunggulannya

Bila tak ada aral melintang, ini merupakan pengembalian sampel pertama sejak 40 tahun terakhir, dimana pesawat ruang angkasa Soviet melakukannya pada 1970-an. Sebelumnya, astronaut Apollo AS membawa kembali ratusan pon batuan bulan di tahun 1960-an.

Wahan antariksa Cina Chang’e 5 jelas telah menghidupkan kembali wacana tentang Cina suatu hari akan mengirim astronaut ke Bulan, menjadi negara ketiga yang berhasil mengirim astronot ke bulan, dan mungkin membangun pangkalan ilmiah di sana. Meskipun tidak ada jadwal yang jelas terkait proyek itu. Cina sudah meluncurkan laboratorium pengorbit sementara pertamanya pada 2011 dan yang kedua pada 2016.

Leave a Reply