Wolf’s Fang Camp – Penginapan di Lingkungan Ekstrem Kutub Selatan

0
Gambar representasi dari lapisan es di Pulau Greenwich, Antartika. Foto: Isadora Romero

Kutub Selatan atau Benua Antartika masih bisa ditinggali oleh manusia dan menjadi salah satu destinasi yang merupakan tempat terdingin di muka bumi ini karena sebagian besar tertutup es sepanjang waktu. Meski begitu, banyak juga pelancong yang datang ke wilayah ekstrem tersebut.

Baca juga: Antartika Punya Penerbangan Domestik, Siapa Penumpangnya?

Saat ini, Wolf’s Fang Camp adalah penginapan eksklusif di pedalaman Antartika dan dalam langkah pertama pembangunannya akan memiliki tenda dengan kapasitas 12 orang. Penginapan ini rencananya akan dibuka pada bulan November mendatang.

Kemudian pada langkah selanjutnya adalah membangun stasiun pengisian bahan bakar dan ruang kargo untuk menyimpan kayu dan bahan bangunan yang masuk. Ini dilakukan sembari mencari lokasi dekat danau glasial untuk pasokan air, terlindungi oleh bebatuan dan pemandangan untuk menghirup udara dingin.

KabarPenumpang.com melansir theprint.in (29/7/2021), nantinya setelah itu Anda dapat mulai menavigasi logistik dari saluran listrik dan pipa ledeng ke tempat yang sepenuhnya mengalami musim dingin dan tidak terlihat matahari di siang hari. Kemudian melatih staf dalam membangun peti es untuk penyimpanan makanan atau mengemudi di atas tundra beku untuk membawa pelancong ke Kutub Selatan.

Pembangunan Wolf’s Fang sendiri adalah cerita yang berlangsung sekitar 17 tahun, dipelopori oleh Patrick Woodhead, seorang penjelajah kutub pemegang rekor dunia yang juga merupakan chief executive officer dan pendiri perusahaan induk White Desert. Properti adalah kamp kedua di benua itu, dan memanfaatkan bandara dan bangunan pendukung yang baru dibuat pertama kali.

Lantaran berlokasi sangat jauh dan terpencil, dampak ekonomi menjadi mengejutkan dan tentunya menjadi serba mahal, seperti mengambil Coca-Cola dibandrol $38,62 per kaleng. Itu sebagian besar berkaitan dengan fakta bahwa setiap pesawat yang mampu membawa kaleng soda itu harus menempuh jarak 8.000 mil atau sekitar 12874,75 km dan waktu tempuh sepuluh jam dari Cape Town di Afrika Selatan ke Antartika dan kembali tanpa mengisi bahan bakar.

Baca juga: Teka-Teki Pesawat Dilarang Terbang di Atas Antartika, Ternyata Gegara Hal Ini

“Ini kaleng Coke paling mahal di seluruh dunia dan itu baru permulaan,” kata Woodhead.