20 Penumpang Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express Keracunan Makanan

(The Logical Indian)

Keracunan makanan seringkali terjadi dan biasanya membuat penyantapnya mual, muntah hingga kekurangan cairan. Baru-baru ini keracunan makanan menimpa penumpang kereta Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express di India. Sebanyak 20 orang jatuh sakit setelah menyantap makanan yang di sajikan kereta itu.

Baca juga: Insiden di Gerbong Restorasi, Air dari Toilet ‘dicampur’ ke Dalam Minuman

Penumpang keracunan setelah menyantap nasi, ayam dan makanan lainnya saat dibagikan oleh petugas dapur pada malam hari. Namun setelah makan, penumpang digerbong B3, B5, B7 dan B9 mengeluhkan mereka mual, muntah, sakit perut dan merasakan gelisah.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thelogicalindian.com (8/4/2019), adanya keracunanan makanan dalam kereta Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express membuat seorang penumpang bernama Satya Prakash men-tweet kejadian tersebut ke Menteri Kereta Api. Dia mengklaim bahwa penumpang di gerbong B3 menderita kercunan makanan dan meminta bantuan segera.

Salah seorang pejabat kereta api, kemudian mengatakan sesaat setelah tweet tersebut diterima, otoritas kereta api langsung mengirimkan bantuan medis dengan beberapa orang dokter ke Stasiun Gomoh untuk menemui dan memeriksa para penumpang yang keracunan makanan itu. Manajer Divisi Kereta Api SK Srivastava dan Manajer Stasiun Bokaro GN Singh mengatakan bahwa segera setelah mereka menerima informasi, tim dokter dikirim untuk menemui penumpang di stasiun Bokaro Steel City, dan tim lain bergegas untuk menghadiri orang-orang yang jatuh sakit di stasiun Gomoh.

“Ini diduga kasus keracunan makanan. Semua penumpang stabil sekarang,” kata seorang petugas.

Dokter juga mendatangi orang-orang di stasiun kereta api Tatanagar di sekitar Bhubaneshwar. New Delhi-Bhubaneswar Rajdhani Express seharusnya tiba di Tatanagar pukul 10.35 pagi, tetapi tiba pada pukul 1.45 siang dan meninggalkan stasiun Tatanagar pada pukul 2.15 siang.

“Mobil Pantry (pembawa makanan) juga sedang diperiksa dan sampel makanan dikumpulkan untuk menyelidiki kualitas makanan,” kata seorang juru bicara.

Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC) juga mengumpulkan sampel makanan. Sebuah penyelidikan telah disiapkan oleh perusahaan kereta untuk melihat masalah ini. Penumpang sangat jengkel dan frustrasi karena kereta berjalan terlambat lebih dari tiga jam pada saat mencapai stasiun Tatanagar, di mana ia berhenti selama 30 menit, bukan lima menit.

Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang

Ternyata, makanan tak layak yang disajikan di kereta api di India telah menjadi masalah utama bagi penumpang. Dalam insiden lain pada tahun 2017, sekitar 26 orang jatuh sakit setelah makan makanan yang disajikan oleh Perusahaan Kereta Api India dan Perusahaan Pariwisata di Tejas Express yang menuju Mumbai dari Goa. Masalah kebersihan makanan sejak lama menjadi momok di India, dimana kesadaran warganya masih rendah untuk menjaga kebersihan.