Gunakan Sayap Lipat nan Unik, Akankah Boeing 777X Jadi Pesawat Paling Efisien?

Folding Wings Boeing 777X. Sumber: The Verge

Lagi-lagi nama Boeing menjadi sorotan sejumlah media, setelah terakhir raksasa manufaktur kedirgantaraan asal Amerika Serikat ini mengakui kesalahan Dennis Muilenburg cs. terhadap sistem operasi pada armada Boeing 737 MAX 8 yang menyebabkan dua kecelakaan pesawat – Ethiopian Airlines dan Lion Air dalam rentang waktu lima bulan saja. Kini banyak pihak di luar sana yang mempertanyakan tentang pesawat teranyar Boeing, 777X. Akankah pesawat twin engine terbaru Boeing ini mampu menyuguhkan perjalanan udara yang efisien dan juga keberselamatan?

Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Boeing 777X ini sendiri terbagi ke dalam dua varian – 777-8 dan 777-9. Pesawat-pesawat ini rencananya akan mulai dikirimkan kepada para pemesan pada tahun 2020 mendatang. Untuk Boeing 777-8 sendiri, pesawat ini mampu memboyong maksimal 395 penumpang, sedangkan ‘kakaknya’, Boeing 777-9 mampu menangkut hingga 425 penumpang. Dengan kapasitas angkutnya tersebut, tidak heran jika pesawat yang terkenal dengan penggunaan folding wings (sayap lipat) ini didaulat sebagai pesawat jet bermesin ganda terbesar di dunia.

Sejak rencana awal pengadaan pesawat ini dipublikasi secara masif, tercatat Boeing menerima sekira 326 pesanan dari delapan pelanggan setia perusahaan: Lufthansa, Etihad Airways, Cathay Pacific, Emirates, Qatar Airways, ANA, Singapore Airlines, dan satu pelanggan yang tidak dikenal. Perusahaan sendiri berharap agar bisa mengirimkan armada 777-9 pertama ke Emirates pada pertengahan tahun 2020.

Nah, menyinggung soal sayap lipat yang menjadi ikon dari dua pesawat ini, tentu sebagaian orang akan bertanya-tanya, “Mengapa Boeing mendesain sayap yang tidak lazim, atau bahkan terbilang baru di ranah pesawat jet komersial?”

KabarPenumpang.com mengutip dari laman interestingengineering.com, Boeing mengatakan bahwa desain sayap lipat ini sebenarnya ditujukan agar pesawat bisa tetap beroperasi di bandara yang saat ini sudah ada – karena bentang sayap armada 777X ini mencapai 235 kaki atau yang setara dengan 71,6 meter. Ketika sayap tersebut dilipat, maka bentangnya menyusut ke angka 212 kaki atau yang setara dengan 64,6 meter.

Baca Juga: Meski Khusus Internal Perusahaan, Boeing Tepati Janji Perlihatkan 777-9

Tujuan dari penggunaan sayap yang sangat panjang ini adalah untuk mengurangi hambatan yang disebabkan oleh vortisitas, atau membangunkan turbulensi, yang terbentuk di ujung sayap pesawat. Semakin sedikit hambatan, maka semakin besar efisiensi bahan bakar, dan semakin murah pesawat tersebut untuk dioperasikan.

Tentu saja, sayap lipat ini hanya akan diaplikasikan ketika berada di darat dan tangki bahan bakar tidak akan membentang sampai ke lipatan sayap tersebut.

Dengan inovasi yang dibawa Boeing dalam armada barunya ini, akankah bisa menjadi model acuan untuk perjalanan udara yang efisien?