2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta

0
Transjakarta Explorer (Sindo)

Akhir tahun tinggal satu hari lagi, bagaimana perjalanan TransJakarta? Ternyata tahun 2019 ini, TransJakarta menetapkan sebagai tahun integrasi. Ini karena TransJakarta hadir bersama dengan moda transportasi yang baru lahir yakni Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di tahun 2019.

Baca juga: Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Tak Pergi Keluar Kota? Ayo Jajal Bus Listrik TransJakarta Gratis di Monas

Kelahiran dua moda transportasi massal baru ini Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, membuat mereka mengadirkan kembali halte Bundara Hotel Indonesia dan Tosari. Bahkan halte Tosari yang saat ini ada mampu menampung tiga bus sekali berhenti.

Tak hanya itu, Agung mengatakan, pada 2019 ini TransJakarta pun sudah mulai mensosialisasi bus listrik. Dia menambahkan, bus listrik tersebut mulai pra uji coba sejak Juni 2019.

“Kita sebutnya pra uji coba karena belum ada kelengkapan seperti plat nomor sehingga masih dijalankan di tempat wisata seperti Monas, Ancol dan Taman Mini,” kata Agung yang ditemui di Plaza Indonesia, Senin (30/12/2019).

Agung menjelaskan, bus listrik sebenarnya sudah pra uji dijalan raya namun itupun belum ada penumpang yang ikut naik. Sehingga untuk penumpang bisa naik saat ini hanya ketika bus di pra uji coba di tempat wisata.

Agung menambahkan, saat ini TransJakarta menuju ke layanan 4.0 dimana ingin pelanggan bisa mandiri. Adapun yang akan membuat penumpang mandiri, Agung menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai memasang signage atau papan tanda rute di dalam bus.

Tak hanya itu petugas layanan bus (PLB) tak lagi ada di on board atau dalam bus tetapi di off board atau di halte. Sebab PLB ini sangat membantu dan tak hanya itu, setiap bus berhenti di halte, para PLB dan pihak keamanan akan menyusuri bus memberitahukan rute pada penumpang dan mengantarkan para lansia atau disabilitas agar dapat tempat didalam.

“PLB off board sudah mulai uji coba di beberapa koridor. Nantinya di semua koridor akan seperti ini. Sebenarnya saat ini pun banyak penumpang yang sudah mandiri seperti memberikan kursi kepada lansia dan memisahkan diri dari ruang khusus perempuan,” jelas Agung.

Dia menambahkan, saat ini total penumpang TransJakarta sebanyak 263 juta selama 2019 dan untuk penumpang harian mencapai 998.658 orang pada 16 Desember 2019 kemarin. Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta Achmad Izzul Waro menambahkan, pihaknya selama Nataru ini menyiapkan layanan khusus.

“Seperti di Ancol yang mengadakan car free night, kita menghadirkan bus gratis dari JIEXPO ke Shuttle di Ancol yakni melintasi parkiran C3 Rusunami, halte taman lumba-lumba dan ke pintu timur Ancol. Kita akan mengoperasikan delapan sampai 16 armada MetroTrans,” kata Izzul.

Tak hanya itu, pada malam tahun baru TransJakarta juga memperpanjang waktu pengoperasian Royal Trans hingga pukul 03.00 pagi dengan tarif Rp20 ribu sebagai alternatif.

“Di Royal Trans, penumpang harus duduk semua dan tidak boleh berdiri. Kita siapkan untuk penumpang arah Cibubur dan Bekasi,” jelasnya.

Baca juga: Uji Coba Wayfinding, TransJakarta Siap ‘Naik Kelas’

Dia menambahkan, untuk rekayasa rute TransJakarta di malam Tahun Baru, pihaknya belum bisa memberikan dengan jelas. Sebab masih menunggu koordinasi dari pemerintah.

“Kita tunggu untuk rute malam Tahun Baru. Skema sudah kami siapkan untuk car free night yang rencananya akan mulai dari Harmoni ke Senayan,” tambah Izzul.

Leave a Reply