Pengguna Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek bisa terbilang makin ramai dengan penumpang tiap harinya. Tak hanya penumpang saat weekend, saat weekedays pun tercatat per harinya beberapa stasiun LRT Jabodebek jadi titik temu keberangkatan maupun kedatangan para penumpang yang melakukan aktivitas dan rutinitas sehari-hari.
Beberapa stasiun yang dilewati transportasi ini sudah terlihat antusias masyarakat terutama yang ingin beraktivitas menuju Jakarta. Tak heran banyak pengguna setia LRT Jabodebek lebih memanfaatkan perjalanan tersebut karena terbebas dari kemacetan serta praktis untuk menempuh perjalanan hingga tiba di tujjan.
Terlihat mobilitas pengguna LRT Jabodebek selama hari kerja masih didominasi perjalanan menuju pusat bisnis dan perkantoran Jakarta. Berdasarkan data, rata-rata per hari pengguna LRT Jabodebek selama periode Januari-April 2026, kepadatan tertinggi terjadi pukul 06.00–09.00 WIB.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyatakan mayoritas pengguna merupakan pekerja harian. Mayoritas pekerja melakukan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek selama rentang waktu 06.00–07.30 WIB setiap pagi. Ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas harian yang lebih praktis, nyaman, dan terintegrasi menuju pusat aktivitas di Jakarta.
Dari data yang diberikan, untuk Stasiun Harjamukti mencatat rata-rata 6.224 keberangkatan pengguna harian tertinggi selama periode Januari-April 2026 tersebut. Stasiun Kuningan menerima rata-rata 8.976 kedatangan pengguna harian menuju kawasan perkantoran Jakarta setiap pagi. Stasiun ini menjadi stasiun keberangkatan dengan jumlah pengguna tertinggi saat jam berangkat kerja. Yakni mencapai rata-rata 6.224 pengguna /hari.
Kemudian Stasiun Cikoko sebanyak 3.432 pengguna, Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna. Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna /hari, serta Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna /hari. Selain itu ada Stasiun Pancoran sebanyak 7.166 pengguna /hari, Stasiun Dukuh Atas sebanyak 6.587 pengguna /hari. Stasiun Rasuna Said sebanyak 4.611 pengguna /hari, serta Stasiun Setiabudi sebanyak 4.532 pengguna /hari.
Pada relasi Jatimulya – Dukuh Atas, keberangkatan pertama dimulai pukul 05.12 WIB. Hingga pukul 09.00 WIB, tersedia 28 perjalanan dengan headway sekitar 8–9 menit. Sementara pada relasi Harjamukti – Dukuh Atas, keberangkatan pertama dimulai pukul 05.18 WIB dengan total 27 perjalanan hingga pukul 09.00 WIB dan headway sekitar 8–9 menit.
Untuk mendukung mobilitas pengguna pada jam sibuk pagi hari, LRT Jabodebek mengoperasikan perjalanan secara optimal dengan frekuensi yang tetap terjaga. Pada hari kerja (weekday) KAI mengoperasikan 430 perjalanan LRT Jabodebek setiap hari, dengan headway menyesuaikan jam sibuk (peak hour) di hari kerja.
Tingginya mobilitas pada pagi hari menunjukkan peran LRT Jabodebek sebagai moda penghubung kawasan penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu akan terus melakukan evaluasi untuk terus menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang selamat, aman, dan nyaman guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan secara berkelanjutan.
KCI Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL? Belajar dari Kasus Pemerkosaan Wanita di Kereta Komuter AS
