Tuesday, June 30, 2026
HomeAnalisa AngkutanIni Dampak Aktivitas Ekonomi Masyarakat dari Keberadaan KA Kertanegara

Ini Dampak Aktivitas Ekonomi Masyarakat dari Keberadaan KA Kertanegara

Perjalanan kereta api yang satu ini ternyata membuat masyarakat sebagai pengguna setia kereta api cukup terbantu. Tentunya dalam perjalanan yang menghubungkan baik dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur maupun sebaliknya. Hal tersebut mendorong dengan adanya kereta api dengan rute yang tentunya banyak digemari masyarakat. Salah satu rute yang kini menjadi sorotan adalah Kereta Api (KA) Kertanegara.

Mulai dioperasikan pada 10 Maret 2021, kereta ini diperkenalkan satu bulan setelah peluncuran grafik perjalanan kereta api tahun 2021. Nama Kertanegara diambil dari raja terakhir Kerajaan Singasari, yaitu Kertanagara, yang memerintah sekitar tahun 1268–1292. Pengoperasian kereta api ini melibatkan perluasan rute perjalanan kereta api Malioboro Ekspres, yang sebelumnya hanya mencapai Yogyakarta.

Rute perjalanan Kereta api Kertanegara dimulai dari Malang dan berakhir di Purwokerto, mencakup jarak tempuh sejauh 559 km dengan waktu tempuh rata-rata 8 jam 48 menit. Frekuensi perjalanan kereta ini adalah satu kali setiap hari. Sejak 10 Maret 2021, KA Kertanegara menggunakan rangkaian kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) yang terdiri dari empat kereta eksekutif, empat kereta ekonomi premium, satu kereta makan (M), dan satu kereta pembangkit (P).

PT KAI mencatat jumlah pelanggan KA Kertanegara relasi Malang–Purwokerto pergi pulang (pp) mencapai 168.085 orang sepanjang Januari hingga Mei 2026, atau naik 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 159.637 pelanggan.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan KA Kertanegara semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian antarkota di wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Tengah. Menurut dia, layanan tersebut turut memperkuat konektivitas di lintas tengah Jawa sekaligus mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Lonjakan penumpang paling tinggi terjadi pada Maret 2026. Pada bulan tersebut, KA Kertanegara melayani 41.282 penumpang atau meningkat 65,94 persen dibandingkan Maret 2025 yang tercatat sebanyak 24.877 penumpang. Sementara itu, pada Mei 2026 jumlah penumpang mencapai 35.807 orang, naik dari 31.811 penumpang pada Mei tahun sebelumnya.

Anne menuturkan keberadaan KA Kertanegara juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui. Meningkatnya mobilitas penumpang dinilai berpotensi mendorong sektor transportasi lanjutan, usaha mikro, kuliner, penginapan, hingga destinasi wisata di sekitar stasiun. Setiap stasiun pemberhentian memiliki cerita dan manfaat bagi daerahnya. Ada penumpang yang menuju kampus, bertemu keluarga, bekerja, berwisata, atau menjalankan usaha.

Diketahui bahwa KA Kertanegara menghubungkan sejumlah kota seperti Malang, Blitar, Kediri, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kebumen, hingga Purwokerto, sehingga menjadi salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, maupun wisata. Tentunya, KAI ingin perjalanan dengan KA Kertanegara terasa menyenangkan sejak berangkat, nyaman selama di perjalanan, dan memberi nilai bagi kota-kota yang dilalui.

KAI juga mengimbau kepada masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, terutama menjelang akhir pekan dan masa liburan sekolah, mengingat tingginya minat masyarakat menggunakan layanan KA Kertanegara. Informasi mengenai jadwal, tarif, dan ketersediaan tempat duduk dapat diakses melalui kanal resmi penjualan KAI.

KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru