Ada Gambar Logo Kanguru Qantas di Langit dalam Penerbangan Boeing 747-400 Terakhir

0

Setelah 50 tahun mengudara, Boeing 747-400 akhirnya resmi pensiun setelah diterbangkan Qantas dari Bandara Sydney ke kuburan pesawat di Boneyard, Gurun Mojave, Southern California, Amerika Serikat (AS), Rabu siang lalu, waktu setempat.

Baca juga: Dear Boeing Lovers, Qantas Lakukan Penerbangan Penumpang Terakhir Boeing 747-400 Sebelum Pensiun! Catat Tanggalnya

Uniknya, sebelum benar-benar berpisah, pilot pesawat menyempatkan diri mengajak jet jumbo ikonik Boeing itu keluar dari jalur (tentu dengan dipandu ATC) untuk membentuk gambar di langit (jika dilihat dari radar) berbentuk kanguru yang notabene merupakan logo Qantas.

“Pesawat ini jauh berada lebih unggul di zamannya dan sangat mampu. Para insinyur dan awak kabin senang bekerja dengan mereka (Boeing 747) dan pilot suka menerbangkannya. Begitu juga para penumpang. Mereka telah mengukir tempat yang sangat istimewa dalam sejarah penerbangan dan saya tahu mereka akan sangat dirindukan oleh banyak orang, termasuk saya,” kata CEO Qantas Group, Alan Joyce dalam sebuah pernyataan.

“(Boeing) 747 menempatkan perjalanan internasional dalam jangkauan rata-rata orang Australia dan orang-orang bisa bepergian dengan bebas pada kesempatan itu,” tambah Joyce, seperti dikutip dari CNN International.

Sebelum momen spesial dengan nomor penerbangan QF7474 dilangsungkan, orang-orang sudah banyak berkumpul di bandara tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir ke pesawat. Dalam momen bersejarah itu, Qantas juga melengkapinya dengan mendelegasikan Kapten Sharelle Quinn, kapten pilot wanita pertama maskapai, sebagai penerbang Boeing 747-400 terakhir.

“Saya telah menerbangkan pesawat ini selama 36 tahun dan itu merupakan hak istimewa mutlak,” jelasnya.

“Itu (Boeing 747) telah menjadi bagian yang luar biasa dari sejarah kami, pesawat yang benar-benar luar biasa dan sementara kami sedih melihat pesawat terakhir kami pergi, sekarang saatnya untuk menyerahkan kepada generasi pesawat berikutnya yang jauh lebih efisien,” tambahnya.

Selain diterbangkan oleh kapten pilot pertama Qantas dan membentuk gambar kanguru (di langit) yang merupakan logo Qantas, sekaligus ikon utama Negeri Kanguru Australia sebagai negara asal maskapai, pesawat Boeing 747-400 Qantas itu juga dilaporkan mampir ke Sydney Harbour dan museum HARS Aviation untuk bersua (tos antar sayap masing-masing) dengan Boeing 747-400 pertama Qantas yang diabadaikan di sana.

Sebelum benar-benar melakukan penerbangan terakhir, fans fanatik Boeing, khususnya Boeing 747, sudah lebih dahulu terpuaskan dengan adanya farewell flight di tanggal, 13, 15, dan terakhir 17 Juli lalu.

Tiket penerbangan perpisahan Boeing 747-400 Qantas, untuk kelas bisnis, dijual dengan harga $747 atau sekitar Rp10,8 juta (kurs 14.720). Adapun kelas ekonomi dijual $400 atau Rp5,8 juta (kurs 14.720). Dengan begitu, menyerupai jenis dan seri pesawat, 747-400. Unik, bukan? Bukan hanya itu, tiket juga dijual terbatas sehingga penumpang dapat menikmati lebih banyak ruang di pesawat.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Keuntungan dari tiga penerbangan perpisahan itu bukan untuk membiaya operasional Qantas -mengingat perusahaan tengah dalam kesulitan akibat wabah corona- melainkan akan disumbangkan ke museum HARS Aviation dekat Wollongong, New South Wales, dan Qantas Founders Museum di Longreach, Queensland, yang keduanya menyimpan pesawat berjuluk Queen of the Skies tersebut.

Pasca pensiun, tugas-tugas Boeing 747-400 Qantas selanjutnya akan digantikan dengan pesawat-pesawat kekinian lainnya, seperti Boeing 787 Dreamliner ataupun pesawat canggih Airbus A350 yang keduanya sama-sama menjanjikan efisiensi lebih dibanding jet jumbo ikonik Boeing 747.

Leave a Reply