Airbus Luncurkan ‘The Pod’ Pesawat Sel Bahan Bakar Hidrogen 6 Baling-baling

0
Pesawat ZEROe Pod, pesawat sel bahan bakar hidrogen Airbus. Foto: Airbus

Airbus resmi meluncurkan desain ‘The Pod’, sebuah pesawat sel bahan bakar hidrogen. Meski belum diketahui kapan mulai diproduksi, pesawat dengan enam pod atau baling-baling, dimana masing-masing pod memiliki delapan bilah ini sudah didaftarkan hak paten oleh Airbus.

Baca juga: Inilah Tiga Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen Airbus, Beroperasi Penuh Mulai 2035

The Pod merupakan bagian dari program ZEROe, komitmen produsen pesawat asal Eropa itu untuk memproduksi pesawat komersial ramah lingkungan (bebas emisi) bertenaga hidrogen pertama di dunia pada 2035 mendatang.

Berbeda dengan berbagai konsep pesawat hidrogen yang telah diluncurkan Airbus, The Pod boleh saja menggunakan baling-baling, sebagaimana pesawat lain, namun, pesawat ini ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen, bahan bakar yang dinilai sebagai solusi energi masa depan.

“Konfigurasi ‘Pod’ pada dasarnya adalah sistem propulsi sel bahan bakar terdistribusi yang memberikan daya dorong ke pesawat melalui enam propulsor yang diatur di sepanjang sayap,” jelas Matthieu Thomas, Arsitek Utama Pesawat ZEROe, sebagaimana dikutip dari laman resmi Airbus. “Sel bahan bakar hidrogen memiliki pertimbangan desain yang sangat berbeda, jadi kami tahu bahwa kami harus menemukan pendekatan yang unik,” tambahnya.

Sekilas tentang sel bahan bakar hirdogen The Pod, pesawat sebetulnya ditenagai oleh listrik melalui alat elektrokimia sejenis baterai yang diproduksi dari bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar.

Bedanya, bila baterai menghabiskan zat dari dalam untuk bekerja, sel bahan bakar memanfaatkan zat dari luar, seperti dua bahan bakar tadi (hidrogen dan oksigen). Tenaga listrik itu kemudian disalurkan ke semua propulsor. Bisa dibilang, The Pod ZEROe merupakan pesawat listrik yang didukung sel bahan bakar hidrogen.

Teknologi sel bahan bakar hirdogen masih perlu dikembangkan lebih jauh. Karenanya, sejauh ini, hanya pesawat kecil yang kemungkinan bisa terbang dengan bahan bakar itu; tak terkecuali dengan The Pod, yang hanya memiliki kapasitas kursi sebanyak 20 penumpang.

Secara umum, Pod terdiri dari berbagai elemen, seperti baling-baling yang terbuat dari bahan komposit, motor listrik, sel bahan bakar, power elektronik, tangki hidrogen cair, sistem pendingin, satu set auxiliary equipment. Cara kerjanya, hidrogen dan udara disuplai ke sel bahan bakar untuk menghasilkan arus listrik. Elektronik daya atau power elektronik mengubah arus untuk memberi daya pada motor listrik. Berkat energi ini, poros motor berputar, sehingga baling-baling berputar.

Baca juga: Pertama di Dunia, Pesawat Sel Bahan Bakar Hidrogen Hy4 Sukses Mengudara

Yang paling menarik dari pesawat sel bahan bakar hidrogen cair ini bukanlah dari bahan bakar itu sendiri, melainkan dari desainnya yang mudah dibongkar pasang. Hal itu dimaksudkan agar pesawat mudah untuk diperbaiki atau mendapat perawatan serta mengisi bahan bakar hidrogen cair saat di bandara.

Kendati demikian, Airbus menyebut konsep pesawat yang sudah dikembangkan sejak tahun 2018 ini belum dapat dipastikan bakal diproduksi atau tidak. Kepastian itu akan didapat setidaknya tahun 2025 mendatang setelah melewati berbagai pertimbangan.

LEAVE A REPLY