Ledok Sambi, ‘Hidden Place’ di Kaliurang, Yogyakarta

0
Desa wisata Ledok Sambi di Kaliurang, Yogyakarta

Yogyakarta menjadi salah satu tujuan wisata pelancong dalam dan luar negeri. Bahkan tempat wisata di kota Gudeg di masa pandemi ini banyak yang tutup sementara dalam pencegahan penyebaran virus corona. Namun meski begitu ada salah satu tempat wisata yang masih buka dengan protokol kesehatan yang tetap diterapkan.

Baca juga: Intip Yuk 10 Destinasi Favorit Versi Awak Kabin

Ya, tempat wisata ini berada di Jalan Kaliurang Km 19,2 Padukuhan Sambi desa Pakebinangun, Pakem, Selaman Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama tempat tersebut yakni desa wisata Ledok Sambi. Ketika pelancong mengunjungi Ledok Sambi, akan merasakan nuansa alami Jogja. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa laman sumber, pelancong akan merasakan kesejukan, kesegaran dan kedamaian di hati. Sepanjang mata memandang akan terlihat landscape persawahan yang alami, pepohonan hijau rindang dan kejernihan air.

Bisa dikatakan, Ledok Sambi sendiri tempat yang cocok untuk piknik dan berkemah karena menyediakan tenda-tenda yang disewakan untuk menginap. Tak hanya itu ada pula rumah-rumah tradisional khas Jogja yang bisa dijadkan sebagai tempat bermain.

Sebelum masa pandemi, para pelancong di Ledok Sambi bisa mencoba mempraktikan kegiatan bertani seperti membajak sawah, bercocok tanam dan belajar budidaya jamur. Kemudian pelancong bisa menyusuri desa untuk menikmati pemandangan yang alami dan asri.

Pelancong juga bisa mengunjungi peternakan dan ikut memerah sapi serta mendapatkan ilmu menjaga dan merawat sapi bahkan menangkap ikan yang ada di sawah. Tak hanya menikmati dan melakukan berbagai hal di peternakan dan pertanian, pelancong juga bisa mengikuti outbound.

Lokasinya berada di Kali Kuning dengan fasilitas outbound seperti Flying Fox, meniti tali dan lainnya. Desa Ledok Smbi juga memiliki berbagai kegitan kesenian seperti wayang kulit, karawitan Jawa, uyon-uyon dan kegiatan lainnya.

Untuk menikmati segala hal yang ada di di Ledok Sambi, pelancong bisa masuk secara gratis yang mana tempat wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Bila pelancong ingin berkemah, bisa menyewa Rp120 ribu per malamnya yang bisa ditempati empat orang dan bisa check in sejak pukul 15.00 dan check out di esok harinya pukul 14.00 WIB.

Bila pencong ingin outbound, bisa membayar Rp160 ribu per orang dan minimal peserta sebanyak 20 orang dan maksimal 50 orang. Dengan membayar sejumlah uang tersebut, peserta bisa mendapatkan makanan berat dan makanan ringan.

Baca juga: Stasiun Kedundang di Yogyakarta, Punya Arsitektur Bersejarah Tinggi

Sayangnya selama masa pandemi, meski tetap dibuka untuk umum, berbagai kegiatan outbound ditiadakan sementara. Mereka juga membatasi pengunjung yang datang dan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

Leave a Reply