Airbus PHK 15 Ribu Karyawan, Perancis Layangkan Protes!

0
Pabrik Airbus di Getafe, Spanyol. Foto: airbus.com

Pertama dan terbesar sepanjang sejarah perusahaan, Airbus mengumumkan akan mem-PHK sebanyak 10 persen atau 15 ribu karyawan di seluruh dunia. Hal itu dilakukan guna mendukung kelangsungan bisnis perusahaan ke depang, mengingat dalam pandangan mereka, kondisi industri penerbangan global masih akan anjlok sampai setidaknya di tahun 2025 mendatang.

Baca juga: Perancis Kucurkan Rp239 Triliun, Ratusan Ribu Karyawan Industri Penerbangan Batal PHK

Laporan The New York Times menyebut, saat ini Airbus telah kehilangan 40 persen pendapatan di sektor pesawat komersial. Tak ayal bila CEO Airbus, Guillaume Faury, belum lama ini telah mengingatkan karyawan dalam serangkaian memo untuk menghadapi kenyataan terburuk selama beberapa tahun mendatang.

“Airbus menghadapi krisis paling parah yang pernah dialami industri ini. Kita harus memastikan bahwa kita dapat mempertahankan perusahaan kita dan keluar dari krisis sebagai pemimpin kedirgantaraan global yang sehat, menyesuaikan diri dengan tantangan luar biasa dari para pelanggan kita,” jelas Faury.

Jerman menjadi negara dengan jumlah PHK karyawan Airbus terbanyak mencapai 5.100 dari 45.500 karyawan, diikuti Perancis 5.000 dari 49.000 karyawan, Inggris 1.700 dari 11.000, Spanyol 900 dari 12.500, dan 2.100 lainnya di seluruh dunia.

Airbus sendiri mengaku sudah membuka komunikasi dengan serikat pekerja terkait hal ini. Diharapkan, proses tersebut akan selesai paling lambat musim panas mendatang. Adapun skema PHK cukup beragam, mulai dari mendorong karyawan untuk mengundurkan diri, pensiun dini, hingga merumahkan karyawan atau cuti tanpa dibayar hingga waktu yang tak ditentukan.

Merasa sudah mengucurkan dana segar sebesar €15 miliar atau Rp239 triliun (kurs 1 euro = Rp15.725) untuk mempertahankan industri penerbangan dalam negeri, Perancsi pun protes. Juru bicara Menteri Keuangan menyebut keputusan Airbus mem-PHK sebanyak 15 ribu itu berlebihan dan tidak seharusnya dilakukan setelah pemerintah mengucurkan dana besar.

Paket stimulus itu memang tidak diberikan langsung untuk Airbus, namun, rencana Air France untuk membeli pesawat Airbus –dengan menggunakan uang dari paket stimulus tersebut- dalam waktu dekat tentu saja akan memberikan angin segar ke Airbus.

Protes dari pemerintah pun ditanggapi dingin oleh Airbus. Secara terpisah, mereka sangat mengapresiasi dukungan tersebut. Hanya saja, paket stimulus itu tak mungkin bisa bertahan selama beberapa tahun ke depan dan tak bisa menghindari Airbus dari PHK karyawan, melainkan hanya memperlambat saja. Terlebih jika kondisi seperti ini tak cepat berlalu.

“Airbus berterima kasih atas dukungan pemerintah yang memungkinkan perusahaan untuk membatasi langkah-langkah adaptasi yang diperlukan ini,” kata juru bicara Airbus.

Baca juga: Airbus Rugi Rp7,7 Triliun di Kuartal I 2020, CEO: Ini Masih Permulaan

“Namun, dengan lalu lintas udara yang masih terus anjlok seperti sekarang ini dan diperkirakan akan terus berlangsung sampai benar-benar pulih hingga 2025 mendatang, Airbus perlu mengambil langkah-langkah tambahan untuk mempertahankan prospek bisnis pasca wabah Covid-19 berakhir,” tambahnya.

Airbus tidak sendiri. Kompetitor abadi dari AS, Boeing, juga telah melakukan hal serupa. Bahkan, secara jumlah, Boeing telah mem-PHK lebih banyak karyawan. Dari segi waktu, Boeing juga lebih cepat mem-PHK karyawan dibanding Airbus. Hingga akhir April lalu, Boeing setidaknya telah mem-PHK sebanyak 16 ribu karyawan. Angka tersebut masih sangat mungkin bertambah mengingat prospek bisnis divisi pesawat komersial mereka bisa dibilang selangkah di belakang Airbus.

Leave a Reply