Akhirnya Penumpang Bisa Gunakan Headphone Bluetooth Pribadi di Pesawat!

0
Ilustrasi konektivitas bluetooth di pesawat. Foto: United Airlines

Teknologi konektivitas bluetooth pada sistem inflight entertainment (IFE) yang sudah lama ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Belum lama ini, dua maskapai dunia, Qatar Airways dan United Airlines, resmi menghadirkan konektivitas bluetooth dalam sistem IFE. Itu memungkinkan penumpang menggunakan headphone ataupun earphone pribadi.

Baca juga: Bingung Pilih Earphone atau Headphone? Pilih Earbud UE Dong!

Kendati teknologi tersebut bukan barang baru, tetapi di pesawat itu jadi sesuatu yang sangat baru. Khususnya di kelas ekonomi. Apalagi, bicara kebutuhan, di era pandemi Covid-19 sekarang ini, konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat bisa membuat penumpang lebih nyaman karena tak berbagi headphone dari maskapai.

Dilansir Simple Flying, Qatar Airways menjadi maskapai pertama di dunia yang menghadirkan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Saat ini, Qatar Airways hanya menghadirkan itu di pesawat Boeing 787-9.

Teknisnya, penumpang hanya perlu menghubungkan headphone bluetooth pribadi dengan sistem Oryx One maskapai dan mulai menikmati sistem IFE dengan pengalaman baru.

Terobosan maskapai raksasa asal Timur Tengah ini merupakan kelanjutan dari komitmen Qatar Airways untuk menyediakan pengalaman baru dalam penerbangan. Sebelumnya, maskapai sudah lebih dahulu meluncurkan teknologi Zero-Touch untuk kontrol IFE di setiap pesawat Airbus A350 Qatar Airways. Pada Februari lalu.

Layaknya konektivitas bluetooth, penumpang hanya perlu memindai kode QR menggunakan ponsel pribadi untuk mengontrol IFE tanpa menyentuhnya secara langsung.

Serupa dengan Qatar Airways, United Airlines berhasil menjadi maskapai pertama yang menyediakan konektivitas bluetooth di sistem IFE pesawat. Hanya saja, itu bukan pertama di dunia melainkan pertama di Amerika Serikat (AS).

Dalam gelaran United Next, maskapai tersebut dengan bangga meluncurkan generasi terbaru sistem IFE Panasonic Avionics.

IFE ini juga mengusung layar yang lebih besar, yaitu 10 inci untuk kelas ekonomi dan 13 inci untuk first class. Yang paling menarik tentu konektivitas bluetooth, untuk memungkinkan penumpang menggunakan headphone bluetooth pribadi mereka dalam menikmati film, TV, musik pada sistem IFE.

Untuk sementara waktu, maskapai baru menghadirkan inovasi ini di pesawat-pesawat tertentu. Tetapi pada 2025 mendatang, ditargetkan seluruh armada maskapai sudah dilengkapi dengan layar IFE dan konektivitas bluetooth.

Walaupun konektivitas bluetooth sudah melekat di kehidupan sehari-hari, tetapi, itu tidak semudah yang kita bayangkan untuk dihadirkan di pesawat. Saat menghubungkan sistem dengan headphone bluetooth pribadi di pesawat, ada lusinan lebih perangkat lain yang juga mencoba hal serupa.

Andai kata penumpang cukup jeli memberi nama perangkat bluetooth mereka, tetapi, akan cukup rumit mencarinya. Belum lagi kemungkinan gangguan dari pengguna bluetooth lain mengingat jaraknya cukup dekat. Berbagai tantangan itulah yang coba dipecahkan perusahaan teknologi selama bertahun-tahun.

Baca juga: AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

Harapan adanya konektivitas bluetooth di pesawat muncul di tahun 2019. Melalui sistem eX3 IFE, Panasonic menghadirkan konektivitas bluetooth di pesawat. Hanya saja, terbatas pada headphone yang disediakan maskapai di first class dan tidak bisa menggunakan headphone pribadi. Barulah pada sistem IFE NEXT solution, Panasonic bisa benar-benar memecahkan masalah tersebut.

Perusahaan teknologi asal Perancis, Safran, juga berhasil memecahkan masalah itu lewat sistem IFE RAVE Ultra-nya baru-baru ini. Hanya saja, itu belum diaplikasikan di pesawat oleh maskapai. Tetapi, dalam waktu dekat, konektivitas bluetooth pada sistem IFE pesawat buatan Safran akan tersedia di pesawat 777-9 atau retrofit 787-8 Luftahnsa.

LEAVE A REPLY