Akibat Virus Corona, Tiada Lagi Handuk, Makanan Panas, Selimut, Bantal, dan Majalah dalam Penerbangan

0
Ilustrasi Cathay Pacific. Foto: Istimewa

Maskapai Cina dan Hong Kong memutuskan untuk menghentikan layanan makanan panas, selimut, bantal, handuk, majalah, dan koran di dalam pesawat. Dengan begitu, dalam setiap penerbangan dari dan ke Cina Daratan, pelanggan tidak disuguhkan apa-apa kecuali mendapatkan layanan headphone serta minuman sekali pakai jika ada permintaan. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi awak kabin serta pelanggan dan mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Lupakan Masker dan Sarung Tangan Karet! Ini Cara Hindari Virus Corona Versi Penasehat Medis Penerbangan Dunia

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com, Selasa, (11/2), maskapai Cina dan Hong Kong yang dimaksud adalah China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific Airways. China Airlines sendiri adalah maskapai yang memulai langkah tersebut hingga kemudian diikuti oleh anak perusahaannya (Mandarin Airlines) dan Cathay Pacific.

Langkah dari ketiga maskapai tersebut belakangan dinilai tepat oleh beberapa pakar medis di dunia. Pasalnya, di awal serangan virus corona, maskapai di dunia ramai-ramai membagikan masker kepada pelanggan bahkan meminta awak kabin memakai masker saat sedang bertugas. Hal tersebut belakangan justru dinilai keliru. Sebab kecil kemungkinan masker dapat mencegah seseorang terhindar dari virus corona.

Sebagai gantinya, para ahli medis menyarankan untuk mengurangi kontak langsung dan sering-sering mencuci tangan sehabis menyentuh benda apalagi manusia, di samping membuat semacam mekanisme penanganan baru serta perlengkapan pedukungnya bila sewaktu-waktu terdapat pasien yang terindikasi tertular virus corona.

Berbeda dengan China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific, Thai Airways mengambil langkah yang berbeda, yakni menyemprotkan disinfektan di kabin penumpang dan kokpit pada semua penerbangan kembali dari China dan tujuan berisiko tinggi. Cara yang hampir sama saat Batik Air selesai beroperasi dalam upaya misi kemanusiaan pemulangan WNI di Wuhan.

“Karena kami memiliki hiburan di penerbangan yang berarti layar LCD disentuh sepanjang waktu, jadi kami membersihkan setiap penerbangan sebelum berangkat,” kata eksekutif Thai Airways.

Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona

Virus corona sendiri hingga kini dilaporkan telah merenggut lebih dari 800 jiwa, dengan ribuan orang lainnya diduga telah terjangkit virus corona jenis baru yang lebih mematikan (dibanding MERS, SARS, bahkan Ebola) tersebut.

Meskipun demikian, tepat hari ini, masyarakat di beberapa tempat di Cina sudah mulai beraktivitas seperti biasa, seperti Shanghai dan Beijing. Adapun kota-kota di Provinsi Hubei masih dalam isolasi berkepanjangan.

Leave a Reply