Alami Kendala Teknis, Maskapai JetStar “Panggang” Penumpangnya

Sumber: newsapi.com.au

Seram, mungkin kata ini cocok untuk menggambarkan kondisi  maskapai asal Australia, JetStar ketika pesawat tersebut terpaksa “menelantarkan” penumpangnya akibat masalah teknis yang terjadi. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman smh.com.au, Sabtu (13/5/2017) silam, pesawat yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Phuket, Thailand pada pukul 22.20 waktu setempat terpaksa menunggu lebih dari dua jam akibat gangguan yang terjadi pada bagian mesinnya.

Seolah berada di dalam sebuah pemanggang, para penumpang mulai kepanasan karena pendingin ruangan yang berada di dalam pesawat tidak bisa menyala. Maka tidak heran jika perjalanan yang harusnya bisa digunakan untuk istirahat, berubah menjadi suasana yang mengerikan dalam kurun waktu lebih dari dua jam. Tidak sedikit penumpang yang pingsan  dan beberapa balita hanya berbalutkan sebuah popok karena suhu udara di dalam kabin pesawat tersebut sangatlah panas.

Sumber: newsapi.com.au

Suasana menjadi semakin mengerikan ketika mulai terdengar teriakan, tangisan, serta panjatan doa dari para penumpang yang merasa takut pada waktu itu. Pasalnya, kedua “kubu” sama-sama membutuhkan perhatian lebih dari pihak penerbangan, ketika mesin yang rusak butuh perbaikan, dan penumpang yang terlantar butuh kenyamanan ketika menunggu pesawat tersebut diperbaiki. Bukan tidak mau membuat penumpangnya merasa nyaman dalam menghabiskan waktu perbaikan, namun salah satu masalah yang terjadi pada pesawat tersebut bersinggungan langsung  dengan sistem pendingin ruangan, sehingga dengan terpaksa membuat para penumpangnya seolah berada di dalam sebuah pemanggang.

Baca Juga: Kerjasama Jetstar dengan Doku, Mudahkan Pelanggan Membeli Tiket

Menanggapi hal tersebut, pihak JetStar melalui sebuah pernyataan resmi mengatakan bahwa awak kabin mencoba membuat pelanggan senyaman mungkin dengan menyediakan air dingin. Sedangkan para teknisi berkutat untuk memperbaiki pesawat yang rusak. Namun para penumpang yang kesal di dalam kabin pesawat tersebut memiliki cerita berbeda dengan menyatakan bahwa perjalanan malam itu menggunakan maskapai JetStar merupakan perjalanan paling buruk yang pernah mereka lalui. Ada juga yang mengatakan pelayanan dari pesawat tersebut amat buruk. Semua keluh kesah para penumpang ini disampaikan di laman utama Facebook JetStar.

Kejadian menyeramkan tersebut tentu akan melekat erat di benak para penumpang JetStar, salah satunya adalah Laura Beach-Mahoney yang mengatakan tidak ada kepastian yang diberikan oleh pihak maskapai terkait insiden tersebut. Semakin lama mereka menunggu, semakin banyak pula korban yang jatuh. “Para bayi hanya mengenakan popok, maskapai tersebut mulai kehabisan stok air, dan kami kekurangan oksigen lebih dari dua  jam,” kenang Laura. “Kejadian tersebut semakin menyeramkan ketika seorang gadis belia terserang asma dan ibu-ibu yang ada di sana mulai mengipasinya dengan harapan akan membantunya bernapas. Ditambah lagi dengan seorang lansia yang memerlukan tabung oksigen  untuk membantunya bernapas.

Baca Juga: Dukung Target 15 Juta Wisman, Angkasa Pura Airports Implementasi Collaborative Destination Develoment

Lanjutnya, setelah lebih dari dua jam melewati kejadian mengerikan tersebut, akhirnya para penumpang yang berada di pesawat dengan nomor penerbangan Jetstar flight JQ18 diperkenankan keluar dan penerbangan tersebut dijadwal ulang pada pukul 04.00 waktu setempat. “Kami bahkan tidak diberitahu akomodasi yang terdekat dari bandara,” ucap Laura. Ia juga menyanyangkan sikap yang ditunjukkan baik oleh pihak maskapai maupun bandara yang seakan tidak acuh dengan tidak memberitahu alasan dari keterlambatan tersebut. “Jika para penumpang tidak berkumpul, mungkin kami akan menghabiskan malam itu di bandara,” tambahnya.