ANA Uji Coba Aplikasi “CommonPass” Pertama Kali Pada Dua Orang Penumpang

0
CommonPass merupakan paspor kesehatan yang bisa digunakan penumpang untuk menjelaskan tentang Covid-19 pada diri mereka (asia.nikkei.com)

All Nippon Airways (ANA) baru-baru ini melakukan uji coba aplikasi kesehatan digital CommonPass pada dua penumpang dalam perjalanan menuju ke New York dari Bandara Haneda Tokyo. CommonPass ini memungkinkan penumpang yang juga pelanggan ANA mengunggah hasil tes Covid-19 negatif mereka.

Baca juga: Israel Berlakukan Paspor Vaksin Covid-19, Akankah Diikuti Negara Lain?

Selain itu juga bukti status vaksinasi sebelum pergi dengan penerbangan internasional. KabarPenumpang.com melansir asia.nikkei.com (29/3/2021). Ini merupakan salah satu dari sejumlah paspor vaksin yang sedang dipertimbangkan atau diuji oleh operator dan otoritas di seluruh dunia untuk menyimpan informasi terkait status, hasil tes dan vaksinasi Covid-19 milik penumpang.

Dalam menerbitkan sertifikatnya, Jepang bekerja sama dengan Cina dan Uni Eropa. Sedangkan maskapai lainnya yakni Japan Airlines mengatakan mereka akan melakukan uji coba CommonPass pada Jumat (2/4/2021) mendatang.

“Kami banyak mengandalkan CommonPass, karena pada akhirnya akan mengarah pada pelonggaran pembatasan masuk untuk setiap negara jika bukti hasil tes negatif dan vaksinasi disetujui secara internasional. Menurunkan beban untuk perjalanan internasional akan sangat berarti bagi bisnis dan juga pariwisata,” Hiroshi Goto, yang mengelola solusi digital ANA.

Aplikasi ini menggabungkan informasi seperti tanggal tes Covid-19 penumpqng, tujuan dan verifikasi bahwa penumpang memiliki dokumentasi yang didiperlukan selama perjalanan.

“Dengan aplikasi ini, saya langsung tahu di klinik mana saya bisa mengikuti tes PCR. Ini sangat praktis,” kata salah satu penumpang yang ikut serta dalam uji coba.

CommonPass dikembangkan bersama oleh Yayasan Proyek Commons nirlaba dan Forum Ekonomi Dunia. Ide di balik izin tersebut adalah untuk mempercepat boarding dengan menghilangkan keharusan maskapai untuk memverifikasi bahwa informasi setiap pelanggan memenuhi persyaratan untuk masuk di tujuan mereka.
Goto dari ANA mengatakan bahwa sistem tersebut akan secara signifikan mengurangi beban kerja staf darat maskapai.

“Ini adalah uji coba pertama di Jepang. Kami ingin menilai apakah aplikasinya, yang lebih sederhana dan lebih kredibel daripada format kertas, dapat digunakan di konter check-in maskapai tanpa masalah,” kata Takanori Fujita dari WEF.

AS, misalnya, saat ini menerbitkan sertifikat tersebut di atas kertas. Aplikasi CommonPass telah menjalani uji coba dengan maskapai penerbangan, termasuk Cathay Pacific Airways, United Airlines dan Lufthansa, sejak Oktober lalu. Pihak berwenang di sejumlah negara, termasuk AS, juga sangat ingin mengadopsi teknologi tersebut.

Banyak pengamat industri percaya kredensial kesehatan akan membawa perjalanan internasional mendekati normal dengan mempercepat prosedur bagi penumpang dengan risiko rendah infeksi Covid-19. Namun, penerapannya akan bergantung pada apakah pemerintah mengizinkan penggunaannya sebagai dokumen entri.

Tanpa standar global yang disepakati, berbagai sertifikat bermunculan di seluruh dunia, termasuk IATA Travel Pass yang dikembangkan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional. Uni Eropa sedang merencanakan sertifikat kesehatan digital dan Cina memiliki paspor kesehatan yang sudah digunakan.

Tetapi dokumen-dokumen ini hanya berlaku untuk penumpang yang diinokulasi dengan vaksin yang disetujui oleh otoritas tersebut. Mengakui pentingnya koordinasi dengan aplikasi lain, Fujita mengatakan interoperabilitas adalah kuncinya.

Baca juga: Tak Perlu Bawa Surat Hasil Test Covid-19 atau Vaksin, Emirates Gandeng IATA Hadirkan Travel Pass

“Kami juga sedang berdiskusi dengan IATA dan pemerintah Jepang untuk implementasinya. Diharapkan pengguna bisa mendownload aplikasi yang mereka inginkan,” tambahnya.

Untuk diketahui, ANA juga akan melakukan uji coba solusi IATA pada bulan

LEAVE A REPLY