Antara Fakta dan Mitos Pada Penerapan Mobil Otonom

0
Hands-free driving with the Audi AI Traffic Jam Pilot (Audi)

Hadirnya teknologi mobil otonom atau self driving cars memang membawa perubahan besar dalam paradigma di masyarakat. Dengan label ‘otonom’ pikiran publik kadang dibuat menerawang kecanggihan mobil otonom yang kerap duperlihatkan di film-fim fiksi. Tak ada yang salah memang, karena pada dasarnya arah perkembangan teknologi otomotif akan mengarah kesana juga.

Baca juga: Audi Pasang Banyak “Mata” Untuk Sistem Auto Pilot di Armada Anyarnya

Namun, faktanya adopsi teknologi pada mobil otonom masih mengalami keterbatasan pada fase-fase urutan pencapaiannya. Seperti yang terbaru, Audi, merek otomotif mewah asal Jerman belum lama ini merilis Audi A8, dimana mobil otonom ini punya kemampuan otonom di level 3. Dengan imbuhan level pada seri terbaru Audi tersebut menyiratkan suatu tahapan kemajuan inovasi. Namun disisi lain, masih banyak warganet yang bingung dengan kebenaran tentang fitur di mobil otonom.

Dikutip KabarPenumpang.com dari brandinsider.straitstimes.com (17/10/2017), berikut ini adalah fakta dan mitos seputar teknologi mobil otonom.

1. Kendaraan yang bisa menyetir sendiri
Istilah otomom sendiri menyiratkan bahwa kendaraan bisa mengemudi sendiri dan ini hanya sebagian dari yang benar. Sebab ada lima tingkatan dalam otomom seperti yang ditentukan oleh Society of Automotive Engineers.

The Audi A8 comes with a whole array of sensors for short-range, mid-range and long-range detection (Audi)

Sebagian besar mobil yang diproduksi saat ini memiliki level 1 atau bahkan tingkat otonom di level 2. Fitur cruise control adaptif atau bantuan parkir tersedia pada model Audi A8. Kemudi juga masih dipegang oleh manusia yang juga terus memantau situasi jalan. Audi A8 baru diperkenalkan dengan kemampuan penggerak otonom di level 3. Artinya masih otomom bersyarat, dimana pengemudi sebenarnya dapat dengan aman mengalihkan perhatiannya dari kemudi untuk berkonsentrasi pada hal lain saat kondisi memungkinkan.

Inovasi terbaru yang hadir pada Audi A8 ini yakni kemudi Audi AI (Artifical Intelligent) saat macet. Hal ini memungkinkan mobil bisa mengemudi dalam kondisi lalu lintas bergerak lambat hingga 60 km per jam di jalan raya dan Undang-undang setempat sudah mengizinkan. Tetapi jika kecepatan sudah sampai batas maksimum, pengemudi akan diminta untuk mengambil alih kembali kemudi.

2. Mobil otonom membuat tak nyaman, apalagi tanpa pengemudi manusia
Ini pasti sangat mengejutkan, apalagi masih banyak yang memilih masuk mobil dengan adanya pengemudi manusia. Tapi mungkin menaiki mobil tanpa pengemudi manusia akan lebih nyaman. Sebab dari data statistik data.gov.sg, sekitar 94 persen dari 6.888 kecelakaan lalu lintas tahun 2016 disebabkan oleh kesalahan manusia.

Baca juga: Konsep Audi City Bus, Inikah Gambaran Bus Masa Depan?

Audi memperkenalkan otomom di level 3 sebenarnya untuk membantu menurunkan angka kecelakaan tersebut. Dilengkapi dengan 12 sensor ultrasonik lengkap dengan informasi jarak dekat, empat sensor radar mid range dan radar jarak jauh di depan. Audi A8 yang baru ini adalah kumpulan kedua sensor ‘mata dan telinga,’ dimana empat kamera 360 derajat memastikan bahwa tidak ada detail yang terlewatkan. Kecerdasan ini untuk menentukan apakah kondisi jalan cukup aman untuk dikendarai.

3. Mobil dikendarai manusia atau tidak, bisa saja tak bantu masalah lalu lintas
Sebenarnya masalah kemacetan lalu lintas, bisa saja karena diri sendiri. Tahun 2008, sebuah percobaan yang dilakukan oleh Society of Traffic Flow di University of Nagoya menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas tak bisa dihindari saat pengemudi manusia berjalan bersamaan.

Namun, di masa depan, kemacetan lalu lintas seharusnya dihilangkan karena kendaraan otonom menjadi semakin umum. Berkaitan satu sama lain melalui Internet, kendaraan otonom akan dapat dengan mudah mengalihkan rute mereka sendiri jika terjadi halangan atau kemacetan yang tak terduga.

4. Bisa gunakan mobil tanpa pengemudi
Kendaraan otonom digadang-gadang seperti obat untuk masalah yang terkait transportasi, tetapi Undang-undang belum sepenuhnya jelas terkait kendaraan ini. Kedepannya Audi akan hadir denga otonom di level 4, yakni Audi Elaine yang mampu mengubah jalur dan mengarahkan sendiri secara mandiri. Elaine juga mampu mendeteksi celah lalu lintas di pinggir jalan untuk memarkir mobilnya sendiri, mengarah ke tempat cucian mobil, pompa bensin atau bahkan ke tujuan lainnya.

Leave a Reply