AS Kirim Pesawat Mata-mata Berbendera Sipil, Rudal Intai Penerbangan Komersial di Sekitar LCS

0
Pesawat intai AS, Boeing RC-135W, yang dinilai mirip pesawat komersial, Boeing 707-200. Foto: Jetphotos

Amerika Serikat (AS) belum lama ini dituding mengirim pesawat mata-mata mereka, Boeing RC-135W dan E-8C, menggunakan ‘bendera’ sipil. Pesawat tersebut disinyalir beroperasi antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel, Laut Cina Selatan (LCS), untuk mengumpulkan data-data intelijen.

Baca juga: Dubai Pasang ‘Mata-mata’ Canggih untuk Monitor Suhu dan Physical Distancing

South China Morning Post melaporkan, perbuatan melawan hukum oleh AS itu diketahui terjadi selama dua hari pada 8 dan 10 September lalu. Saat itu, beberapa pesawat pendeteksi dan pengumpulan sinyal elektromagnetik RC-135 Angkatan Udara AS melintasi LCS dengan kode registrasi milik pesawat sipil Malaysia. Padahal, pesawat ‘sipil Malaysia’ itu terbukti lepas landas dari pangkalan militer AS di Okinawa dan Guam.

Sudah begitu, dari kode enam digit yang dikirim secara otomatis oleh pesawat ketika mulai diinterogasi oleh ATC di sebuah negara, menunjukkan bahwa pesawat tersebut adalah pesawat militer. Dengan demikian, sekalipun Boeing RC-135W dan E-8C memiliki rupa mirip dengan pesawat sipil 707-200, ditambah, pesawat mata-mata tersebut mengikuti jalur pesawat komersial, pada akhirnya niat jahat AS tetap akan terbongkar.

Kedok pesawat mata-mata ‘berbendera’ sipil oleh AS tentu tak bisa diterima. Selain melanggar Konvensi Penerbangan Sipil Internasional, cara itu juga dinilai sangat membahayakan pesawat komersial. Ancaman pesawat komersial atau sipil atas itu pun bukan isapan jempol belaka.

Pada 1 September 1983, pesawat Boeing 747-200 Korean Airlines dengan nomor penerbangan 007 (flight 007), jatuh dirudal oleh jet tempur Uni Soviet akibat dikira pesawat mata-mata. Dugaan tersebut tentu sangat berdasar mengingat tensi geopolitik kala itu, antara Uni Soviet-Amerika Serikat (AS) tengah meruncing dalam balutan perang dingin.

Selain itu, penerbangan Korean Airlines (KAL) 007 rute New York-Seoul via Bandara Anchorage, Alaska ini juga bisa dibilang ketiban sial dari pesawat mata-mata AS. Kala itu, beberapa menit sebelum KAL 007 melintas, AS memang mengirim pesawat mata-mata ke sekitar Pulau Sakhalin. Alhasil, ketika KAL 007 lewat, Soviet menduga itu adalah pesawat militer.

Lagi pula, saat itu, gelapnya malam juga mengurangi kemampuan identifikasi pilot jet temput terhadap KAL 007. Di samping itu, Boeing 747-200 Korean Air 007 juga tak patuh pada Air Defense Identification Zone (ADIZ) yang diadopsi Uni Soviet.

Baca juga: Mengenang Korean Air 007, Korban Perang Dingin Soviet-AS yang Dirudal Gegara Insiden “Mata-mata”

Alhasil, Boeing 747-200 Korean Airlines akhirnya ditembak jatuh oleh Sukhoi Su-15 Soviet sebagai bentuk mempertahankan diri dari ancaman. Tentu, tidakan tersebut tetap tidak dapat ditolelir mengingat pesawat sipil, walau bagaimanapun, tetap tidak boleh ditembak.

Sepanjang tahun ini, AS diduga kuat oleh Cina telah menerapkan trik kotor tersebut setidaknya 100 kali. Bila strategi ini terus berlanjut, penerbangan sipil akan sangat berpotensi dirugikan dan menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

Leave a Reply