Asyik, Naik Garuda Indonesia Dapat ‘Cashback’ Biaya Rapid Test Ratusan Ribu! Begini Caranya

0
Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia. Sumber: istimewa

Maskapai Garuda Indonesia belum lama ini meluncurkan promo cashback biaya rapid test sebesar Rp150 ribu. Penawaran spesial ini berlaku untuk pembelian tiket melalui website dan mobile application Garuda Indonesia pada 23 – 31 Juli 2020. Adapun periode perjalanan yang diatur mulai dari 23 Juli – 31 Agustus 2020.

Baca juga: Enak Banget, Penumpang Etihad Bisa Rapid Test dan PCR Test Covid-19 di Rumah! Begini Teknisnya

Dari situs resmi dan rilis yang diterima KabarPenumpang.com, tawaran cashback biaya rapid test sejumlah itu terjadi berkat kerjasama Garuda Indonesia dengan Himpunan Bank Milik Negara atau HIMBARA (BNI, BRI, BTN, serta Bank Mandiri).

Selain periode promo yang terbatas, jumlah calon penumpang yang berhak mendapatkan cashback biaya rapid test juga terbatas. Bila tak ada penambahan ataupun pengurangan, cashback ini bisa didapat oleh 800 calon penumpang.

“Garuda Indonesia beserta bank-bank HIMBARA bekerja sama untuk memberikan layanan lebih kepada 800 penumpang terpilih yaitu pengembalian biaya rapid test sebesar Rp150.000 per penumpang (sesuai dengan SE Menkes Nomor HK.02.02/I/2875/2020),” bunyi ketarangan di situs resmi Garuda Indonesia.

Lebih lanjut, dalam situs resmi perusahaan juga tertuang, bahwa penawaran tersebut hanya berlaku untuk minimum pembelian tiket sebesar Rp1 juta, baik untuk tiket dalam sekali jalan maupun perjalanan pulang-pergi (PP) domestik.

Bagi calon penumpang yang beruntung, Garuda Indonesia akan mengirimkan email konfirmasi kepada pelanggan hingga H+1 setelah transaksi. Pengembalian biaya rapid test senilai Rp150 ribu ini akan diproses setelah penumpang melakukan penerbangan (full trip) melalui kartu debit atau artu kredit bank HIMBARA yang digunakan pada pembelian tiket. Proses pengembalian dilakukan maksimal kurang lebih 14 hari kerja sejak periode perjalanan program ini berakhir (mulai 1 September 2020).

Perlu dicatat, tak semua jenis kartu bank partner yang bisa menikmati layanan cashback rapid test Garuda Indonesia. Untuk BNI, seluruh kartu kredit, kecuali kartu kredit Corporate dan Hasanah Card, serta kartu debit berlogo Mastercard, kecuali kartu debit syariah, bisa ikut layanan ini. Bank BRI juga demikian, seluruh pengguna kartu debit, e-Pay, an kartu kredit, kecuali Kartu Korporasi BRI, bisa ikut promo tersebut.

Bank BTN lebih luas lagi. Pengguna kartu debit berlogo Visa (BTN Reguler, Prioritas Gold, Prioritas Platinum, dan Syariah) bisa ikut layanan ini. Bank Mandiri baik debit maupun kredit, kecuali Mandiri Corporate Card bisa ikut layanan ini.

Garuda Indonesia sendiri, dalam kondisi normal, menyediakan layanan rapid test di klinik maupun rumah sakit yang ditunjuk, dengan harga di atas Surat Edaran yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, mulai dari Rp300 – Rp700 ribu per penumpang. Harga tersebut sebetulnya masih sangat relevan dengan kondisi yang ada, sekalipun masih tergolong lebih mahal dibanding layanan rapid test Lion Group yang hanya sebesar Rp95 ribu.

Menurut sumber KabarPenumpang.com, alat rapid test Covid-19 yang kebanyakan beredar di Indonesia berasal dari Cina. Lain dari itu, alat rapid test Covid-19 juga berasal dari banyak negara, mulai dari Eropa, Korea, hingga Amerika Serikat (AS). Meskipun berbeda-beda, namun, harganya berkisar Rp150 – 200 ribu. Di sejumlah marketplace, bahkan harganya jauh di atas itu.

Harga tersebut pun baru harga asli alat rapid test Covid-19nya saja, belum termasuk harga layanan, mengingat, petugas yang terlibat dalam layanan tersebut harus dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD), berupa hazmat, hand sanitizer, masker, face shield, dan sepatu boots.

Baca juga: Meski Beda Prosedur, Lufthansa dan Lion Air Hadirkan Layanan Rapid Test Covid-19

Face shield dan sepatu boots mungkin bisa saja dipakai berulang-ulang, namun tidak demikian dengan hazmat dan masker yang hanya bisa sekali pakai. Tentu, bila itu dimasukan ke dalam paket layanan, seharusnya harga layanan rapid test Covid-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta tarifnya bisa lebih di atas harga alat rapid test itu sendiri.

 

Leave a Reply