Awak Kabin Tidur di Lantai Bandara, Ryanair Dapat Pukulan Telak dari Serikat Penerbang

0
Sumber: stuff.co.nz

Sebanyak delapan pilot dan 16 awak kabin dari Ryanair tertangkap kamera tengah beristirahat di lantai kantor salah satu bandara di Spanyol. Diketahui, para awak penerbang ini terpaksa tidur di lantai kantor Bandara Malaga pada Minggu (13/10/2018) pasca penerbangan mereka ditunda keberangkatannya. Tentu saja beredarnya foto ini menuai pertanyaan dari sejumlah pihak, “Bagaimana bisa awak penerbang tidak mendapatkan fasilitas menginap di hotel ketika penerbangan mereka ditunda?”

Baca juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (17/10/2018), penundaan penerbangan tersebut disinyalir karena terpaan badai di Porto. “Semua penerbangan dialihkan ke Malaga,” ujar salah satu pihak Ryanair. Menanggapi foto dan pemberitaan yang beredar luas di dunia maya, pihak Ryanair mengaku, “karena ini adalah hari libur nasional Spanyol, hotel-hotel sudah penuh dipesan,”

Tentu pernyataan dari pihak Ryanair ini terkesan seperti kurang persiapan, ditambah dengan statement yang dilontarkan oleh Sindicato Nacional do Pessoal de Voo da Aviação Civil (SNPVAC), serikat buruh di sektor aviasi yang mengatakan bahwa para awak penerbang yang ‘terdampar’ di Bandara Malaga tersebut tidak mendapatkan pasokan makanan dan minuman yang layak – bahkan tidak cukup.

“Mereka tidak punya pilihan lain, seperti yang terlihat pada foto tersebut, mereka mencoba untuk beristirahat di lantai kantor Bandara Malaga,” jelas salah seorang personel dari SNPVAC.

“Para awak penerbang ini terpaksa beristirahat di ruang kantor Bandara Malaga sejak pukul 01.30 hingga 06.00 (waktu setempat). Ketika dipindahkan ke ruang tunggu bandara, mereka masih tidak mendapatkan pasokan makanan atau minuman,” tambahnya.

Pernyataan yang dilontarkan oleh serikat tersebut justru semakin memojokkan posisi dari Ryanair yang terkesan lepas tanggung jawab.

“Itu merupakan tanggung jawab hukum maskapai untuk menyediakan akomodasi yang sesuai, yaitu kamar hotel, sehingga awak penerbang dapat beristirahat di bawah persyaratan keselamatan nasional dan Eropa agar dapat mengoperasikan tugas berikut dengan aman,” jelas SNPVAC.

Baca Juga: Tiga Jam Menanti, Bagasi Penumpang Ryanair Baru Keluar dari Baggage Carousel

“SNPVAC akan melayangkan keluhan resmi kepada semua otoritas penerbangan sipil yang relevan dan kami mengharapkan intervensi yang mendesak dan kuat sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.”

Jika merujuk pada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), salah satu faktor keselamatan berkendara adalah fatigue atau kondisi tubuh si pelaku – dalam kasus ini pilot dan awak kabin. Semisal kondisi tubuhnya tidak mendukung (sakit), maka tidak menutup kemungkinan sebuah insiden akan terjadi.

 

Leave a Reply