Bagaimana Cara Mesin Pesawat Dipasang? Berikut Ulasannya

0
Kerusakan di sekitar mesin pesawat Alaska Airlines usai tabrak beruang. Foto: Alaska Airlines

Di dunia, produsen pesawat menempatkan mesin di posisi yang berbeda-beda. Ada yang di badan pesawat bagian atas dan belakang dengan format tiga, empat, sampai enam mesin; di fuselage tengah dengan format dua mesin, sampai di sayap (tinggi dan rendah) pesawat dengan format dua dan empat mesin.

Baca juga: Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

Masing-masing dari mereka tentu punya alasan teoritis tersendiri mengapa mesin diletakkan di sana, didukung dengan data-data empiris hasil pengujian. Entah itu berhubungan dengan kenyamanan, keamanan, maupun efisiensi dan aerodinamika pesawat.

Terlepas dari banyaknya model peletakan mesin pesawat, pada artikel ini kami lebih membahas bagaimana cara mesin pesawat di pasang, dalam hal ini di sayap, bukan di bagian lain pesawat. Sebelum menjawab hal itu, ada baiknya kita bahasa terlebih dahulu kenapa mesin pesawat diletakkan di sayap.

Dilansir Simple Flying, jawaban dari pertanyaan itu tentu tidak sederhana. Tetapi bukan berarti tak bisa dideskripsikan. Sebetulnya, mesin pesawat bisa dipasang dimana saja. Tetapi, ketika memasukkan unsur keamanan, kenyamanan, efisiensi, dan aerodinamika pesawat, tentu mesin pesawat hanya bisa diletakkan di posisi tertentu; termasuk di sayap.

Ada beberapa keunggulan meletakkan mesin pesawat di sayap, mulai dari membantu menekuk sayap ke arah bawah, melawan efek lift dari wingtip yang menekuk ke atas, serta akses perawatan yang lebih mudah. Hanya saja memang peletakan mesin di sayap memperbesar risiko kerusakan benda asing atau foreign object damage.

Kendati mesin dipasang di sayap pesawat, itu bukan berarti mesin berada benar-benar di bawah sayap pesawat. Mesin diletakkan agak ke depan dari sayap. Fungsinya agak sayap tak mengepak seperti sayap pada burung. Kemudian, itu juga dimaksudkan agar ketika terjadi kebakaran, sayap dan bahan bakar di dalamnya masih relatif aman dari kobaran api pada mesin.

Cara pemasangan mesin ke sayap pesawat cukup sederhana, sebagaimana cara kerja mesin pesawat. Cukup menghubungkan pod mesin ke tiang atau pylon pada sayap pesawat dengan baut. Biasanya tak baut yang digunakan untuk menghubungkan pylon dengan nacelle, satu baut di atas dan satu lainnya di bawah.

Walaupun cuma dua baut, tetapi itu sangat kuat mengingat bautnya terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi, salah satunya superalloy, paduan nikel 718, pada pesawat Boeing 737.

Baca juga: Bingung Bagian Bawah Mesin Boeing 737 Rata? Ini Penjelasannya!

Baut-baut yang mengikat nacelle dengan pylon juga disebut mampu bertahan dalam beragam kondisi, kecuali benturan hebat, seperti pendaratan tanpa roda dan lainnya. Di luar itu, mesin dijamin tetap akan menempel di mesin di segala kondisi.

Tetapi, andaipun mesin lepas saat terjadi insiden, itu sebetulnya lebih diharapkan mengingat memperkecil kemungkinan kebakaran dari mesin yang menyambar ke sayap pesawat.