Ban Mobil Anda Melaju Tak Selaras? Waktunya Lakukan Pemeriksaan Lanjutan

0
Ilustrasi ban mobil

Pernah merasakan ketika mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi di jalan dan setir bergetar berlebihan? Mungkin hal ini dirasakan juga oleh banyak orang dan dengan sendirinya setir berubah haluan ke kanan atau kiri. Situasi ini seperti tampat tidak serius.

Baca juga: Lima Lounge Bandara Terbaik di Dunia, Nomor Empat Dilengkapi Simulator Mobil Balap Formula 1

Namun nyatanya, ini adalah indikasi ban mobil membutuhkan perawatan lanjutan. Posisi roda memang dapat berubah seiring dengan jangka waktu pemakaian, kondisi jalan yang ditempuh serta gaya mengemudi. Cara lain untuk mengetahui ban kendaraan memerlukan perawatan adalah dengan membawa kendaraan pada kecepatan rendah 40 hingga 50 kpj.

Untuk diketahui, setiap beberapa waktu, pemilik kendaraan perlu melakukan wheel alignment atau yang lebih dikenal dengan istilah spooring untuk menyelaraskan setelan posisi roda agar menyeimbangkan antara setelan toe, camber atau caster. Proses alignment pada ban wajib dilakukan oleh pemilik dan pengendara mobil ketika posisi setir sudah tidak searah dengan posisi ban mobil.

Hal tersebut diakibatkan oleh posisi dari sudut camber dan sudut caster yang sudah melenceng terlalu jauh. Perubahan signifikan akibat ketidaksesuaian dari posisi ban akan paling dirasakan melalui keadaan setir tidak bisa lurus, sehingga membuat pengendara seakan-akan sulit untuk mengendalikan mobil mereka.

Secara teknis wheel alignment atau spooring akan membantu ban untuk mengintegrasikan semua faktor geometri dari sistem kemudi dan suspensi, untuk menghasilkan kualitas stabilitas kendaraan yang lebih baik dan tentunya juga meningkatkan masa pakai ban. Lain halnya dengan wheel alignment atau spooring, istilah balancing juga kerap didengar oleh para pemilik dan pengendara mobil.

Walaupun hampir serupa dengan alignment, balancing pada ban merupakan proses penyeimbangan pada titik atas – bawah serta kiri – kanan ban mobil, dengan metode penambahan timah pada bagian yang kurang bobotnya, agar menjadi lebih seimbang. Balancing juga memiliki fungsi lain yakni untuk menyeimbangkan keempat roda agar putarannya menjadi seimbang, dan agar ban tetap dapat berputar sempurna tanpa adanya getaran berlebihan.

Jika balancing tidak dilakukan pada ban, getaran berlebihan pada mobil akan memaksa mesin kendaraan untuk bekerja lebih keras agar mobil tetap melaju ke depan. Akibatnya, pemakaian bahan bakar akan lebih meningkat dibandingkan saat ban dalam posisi selaras.

Ban yang belum pernah mendapatkan perawatan balancing akan lebih rentan rusak sebelum waktunya, apalagi jika sering digunakan pada kontur jalanan yang bergelombang atau berlubang. President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengingatkan bahwa sebaiknya, alignment dan balancing pada ban dilakukan ketika mobil sudah mencapai di atas 10 ribukm dan harus dilakukan secara berkala.

“Khusus untuk balancing ban, juga dapat dilakukan ketika pemilik dan pengendara mobil baru saja mengganti ban yang memerlukan balancing untuk menyesuaikan antara ban baru dan velg mobil. Balancing juga dapat dilakukan jika dirasa ada getaran berlebihan saat sedang dikendarai pada kecepatan 100 kpj,” jelas Yoonsoo Shin.

Baca juga: Hindari Mabuk, Volvo Kembangkan Teknologi “Soundtrack” Agar Penumpang Mobil Otonom Nyaman

Selain itu pemilik dan pengendara mobil juga dapat melakukan inspeksi di rumah. Beberapa di antaranya dengan memeriksa keausan pada salah setiap tapak ban mobil, atau jika ada benjolan pada salah satu ban. Hal ini bisa menjadi indikasi jika ada masalah pada sistem suspensi di ban mobil dan diperlukan perawatan lebih lanjut. Kemudian saat memarkir mobil, jika berada di tempat dengan permukaan yang datar tapi roda mobil tetap miring artinya diperlukan alignment.