Bandara Hong Kong Rampungkan Runway Ketiga di Tanah Reklamasi

0
Bandara terapung

Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) sukses menyelesaikan pembangunan runway ketiga di atas lahan reklamasi. Runway yang tergabung dalam proyek Three-Runway System (3RS) sebesar US$18,2 miliar ini diharapkan bisa dipakai mulai 2022 mendatang, enam tahun setelah kontruksi pertama dimulai.

Baca juga: Bandara Hong Kong Dapat Suntikan Rp64 Triliun, Bagaimana dengan Bandara di Indonesia?

Proyek 3RS ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penerbangan Hong Kong didukung dengan berbagai fasilitas tambahan. Runway ketiga Bandara Hong Kong juga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penumpang HKIA menjadi 120 juta per tahun dan kapasitas angkut kargo menjadi 10 juta ton per tahun.

“Three-Runway System merupakan bagian integral dari visi kami untuk bertransformasi dari ‘bandara kota’ menjadi ‘Kota Bandara’,” kata kepala eksekutif Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam di sela-sela topping-off Selasa lalu, seperti dikutip dari Simple Flying.

“Menurut perkiraan sebelumnya, 3RS akan menghasilkan kontribusi langsung, tidak langsung, dan induksi sekitar 5 persen dari produk domestik bruto Hong Kong pada tahun 2030. Ini menunjukkan bahwa 3RS akan memberikan dorongan ke HKIA, serta ekonomi Hong Kong secara keseluruhan di masa depan,” tambahnya.

Runway atau landasan pacu ketiga bandara memiliki panjang 3,8 km dan lebar 60 meter, dengan dukungan sekitar 14.000 ground lights atau biasa juga disebut Airfield Lighting System (AFL) untuk memandu pesawat.

Baca juga: Ternyata, Pesawat Tak Selalu Ngebut di Runway untuk Bisa Terbang, Ini Alasannya

Sementara runway akan mulai beroperasi mulai tahun depan, aspek lain dari proyek 3RS, seperti perluasan terminal dan infrastruktur, diperkirakan molor hingga lebih dari tahun 2024.

Seperti diketahui, pembangunan runway ketiga Bandara Hong Kong hanyalah salah satu dari mega proyek Bandara HKIA senilai US$18,2 miliar atau sekitar Rp259 triliun (kurs 14.330). Dana sebesar itu dikucurkan, sebagaimana kata Carrie Lam, untuk menjadikan Hong Kong sebagai Kota Bandara (Airport City).

Untuk mewujudkan itu, lebih dari 650 hektar lahan di utara HKIA telah direklamasi untuk proyek perluasan, dengan sekitar 90 persennya sudah rampung. Berbagai lahan reklamasi tersebut nantinya akan digunakan bukan hanya untuk runway dan terminal baru, tetapi juga pusat hiburan, perbelanjaan, perkantoran, dan lain sebagainya.

Sebelum pandemi virus Corona menerjang, dua runway Bandara HKIA sudah jauh melebihi kapasitas 420.000 penerbangan per tahun, terhubung ke sekitar 180 tujuan, melalui lebih dari 1.000 penerbangan setiap hari oleh lebih dari 100 maskapai.

Baca juga: Jangan Kaget, Ini Bandara dengan Jumlah Runway Terbanyak di Dunia

Profesor di Institut Manajemen Penerbangan Sipil Cina, Diao Weimin, menyebut konsep Three-runway System akan berdampak besar pada pengembangan HKIA di masa mendatang. Sebab, maskapai global besar kemungkinan akan meningkatkan frekuensi penerbangan mereka, seiring minat bepergian masyarakat dunia yang juga meningkat.

Meskipun demikian, hal itu tak lantas membuatnya menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan pertumbuhan pesat industri penerbangan global (di luar wabah corona). Sebab, berbagai bandara lainnya juga telah bersiap menyambut era itu, seperti kota-kota Greater Bay Area (Guangdong dan Macau), Singapura (bangun terminal ke-5 Bandara Changi), serta Korea Selatan.